Industri musik tanah air kembali dibuat kagum oleh pencapaian mengagumkan talenta muda asal Jawa Timur. Penyanyi campursari sekaligus sinden muda ternama asal Kediri, Niken Salindry, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat usai secara terbuka membeberkan nominal honor atau tarif manggungnya yang fantastis.
Meski usianya baru menginjak 18 tahun dan masih berstatus aktif sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), nilai kontrak Niken sekali naik panggung disebut-sebut sudah berada di kisaran angka Rp200 hingga Rp400 juta.
Pengakuan mengenai kisaran honor fantastis tersebut disampaikan langsung oleh Niken saat menanggapi pertanyaan seputar jadwal panggung internasionalnya yang kian padat. Pelantun lagu-lagu hits dangdut koplo dan campursari ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah langganan menerima tawaran untuk menghibur penggemar di luar negeri.
Niken menjelaskan bahwa para pihak penyelenggara acara di luar negeri tidak pernah keberatan dengan tarif ratusan juta yang ia tetapkan.
“Iya, di luar negeri aku sering. Kemarin kan sering nego-nego, ada yang 200 (juta). Kadang kan aku pengen ke sana juga, akhirnya aku kasih harga berapa gitu dia mau. Kebanyakan nggak ada yang nego sih,” ungkap Niken Salindry dalam sebuah cuplikan video wawancara yang mendadak viral di media sosial.
Popularitas Niken yang melambung tinggi tak hanya dibuktikan oleh pundi-pundi rupiah yang ia hasilkan, tetapi juga oleh loyalitas luar biasa dari basis penggemarnya (fanbase). Permintaannya sebagai pengisi acara terus melonjak di berbagai daerah.
Niken bahkan menceritakan pengalaman unik ketika deretan penggemar fanatiknya rela menyewa beberapa armada bus besar hanya untuk mendatangi lokasi manggungnya demi memberikan dukungan secara langsung.
“Ada yang sampai bawa bis 3. Itu ngefans gara-gara aku dijodohin sama Pak Bupati Tuban,” candanya mengenang fenomena kelakuan para penggemarnya yang membuat publik heboh.
Kesuksesan besar yang diraih Niken Salindry tentu tidak didapatkan secara instan. Mengawali langkahnya dari panggung ke panggung sebagai sinden cilik sejak usia empat tahun, konsistensi dan jam terbang tinggi telah membentuk kualitas vokal serta aksi panggungnya yang amat matang.
Transformasi Niken dari sinden cilik daerah hingga kini menjelma menjadi superstar campursari bernilai ratusan juta rupiah menjadi bukti nyata bahwa musik tradisional Jawa dapat terus berkembang pesat, relevan, dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di tangan generasi muda. (Nailah Cleva/Dia Vionita)
Editor : Iwan Iwe



















