BANGKALAN - Memasuki H+2 bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar bazar murah di depan Pendopo Agung Bangkalan. Namun, pada Jumat pertama bulan suci ini, suasana lokasi terpantau masih sepi pengunjung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya terlihat beberapa warga yang mendatangi stan bazar. Kondisi ini cukup disayangkan, mengingat harga barang yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar dengan selisih Rp1.000 hingga Rp2.000 per produk.
Bazar tersebut tidak hanya menyediakan bahan pokok (sembako), tetapi juga berbagai kebutuhan berbuka puasa. Mulai dari sirup, makanan ringan, hingga aneka pangan beku seperti frozen food siap goreng dan ready to cook. Kehadiran bazar ini sebenarnya sangat memudahkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu untuk ke pasar.
Sepinya pengunjung diakui oleh pihak penyelenggara. Minimnya promosi diduga menjadi penyebab informasi bazar ini belum meluas ke tengah masyarakat. Namun, warga tidak perlu khawatir karena kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Jumat selama bulan Ramadan.
Baca Juga : Dua Residivis Narkoba di Bangkalan Diringkus, Polisi Amankan Sabu Seberat 9,7 Gram
“Kegiatan hari ini melibatkan empat instansi, yakni Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Bagian Perekonomian. Ini adalah bazar murah yang kami laksanakan setiap hari Jumat, jadi total ada empat kali pelaksanaan,” ujar Etik Nandari, Kabid Usaha Peternakan Dinas Peternakan Bangkalan.
Etik menambahkan, kondisi sepi pada hari perdana ini akan menjadi bahan evaluasi. “Untuk hari ini memang agak sepi karena promosi belum meluas ke masyarakat, namun ke depannya kami harap bisa lebih ramai. Untuk harga, semuanya dipastikan di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi),” imbuhnya.
Pasar murah ini digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meminimalisir adanya monopoli pasar oleh pihak tertentu. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan momen ini guna membantu mengurangi beban ekonomi di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok saat ini. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















