MADIUN - Inovasi cetak foto pada media kayu atau photo wood kini menjadi pilihan baru masyarakat karena menghadirkan nilai estetika dan kesan artistik yang berbeda. Seorang perajin sukses asal Kota Madiun mampu mengembangkan dan memasarkan produknya hingga menjangkau luar daerah.
Berbeda dengan cetak foto konvensional, kerajinan photo wood menonjolkan kesan alami dan artistik, sehingga banyak diminati sebagai hiasan interior maupun suvenir bernilai seni.
Salah satu perajin photo wood asal kota madiun, yakni wahyu effendi, warga jalan purwosari, kelurahan rejomulyo. Ia mulai menekuni usaha tersebut sejak 2015 dan terus mengembangkan kualitas produknya. Proses pembuatan diawali dengan pemotongan kayu sesuai ukuran pesanan, dilanjutkan dengan penghalusan permukaan serta pelapisan cat dasar sebagai media cetak foto.
Foto dicetak menggunakan mesin fotokopi laser dengan teknik mirror, kemudian dipindahkan ke permukaan kayu melalui proses transfer menggunakan lem perekat khusus. Setelah tinta foto menempel dengan baik, permukaan kayu dilapisi pernis untuk memberikan efek mengilap dan memperkuat daya tahan hasil cetakan. Bahan kayu yang digunakan umumnya berwarna terang, seperti jati belanda, gemelina, dan sengon multiplex.
“Awalnya iseng terinspirasi dari yutub luar negeri dan memutuskan untuk melakukan eksperimen agar penyelesaian lebih cepat, karena beberapa proses perlu dilakukan dari pelapisan hingga pemasangan gambar. Tantangan tersulit ada pada bahan karena dulu masih pure mentah tetapi sekarang sudah banyak yang menyediakan”, tutur Wahyu Effendi perajin photo wood.
Sejumlah pemesan mengaku tertarik karena tampilan photo wood dinilai lebih estetik dan memiliki nilai seni dibanding cetak foto di atas kertas.
“Tau pertama kali dari facebook, ada model kayu unik yang jarang diketahui banyak orang sebagai bahan gambar”, ujar Angga Yudha pemesan photo wood.
Harga produk ini bervariasi, mulai dari Rp 85.000 untuk ukuran kecil 15 x 20 sentimeter hingga mencapai Rp 1.200.000 untuk ukuran terbesar. Pemasaran dilakukan melalui media sosial dengan jangkauan konsumen dari madiun hingga luar daerah, termasuk kalangan instansi yang memesan sebagai cendera mata. (Cahya)
Editor : M Fakhrurrozi



















