LUMAJANG -
Rekaman CCTV di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, merekam detik-detik lava pijar Gunung Semeru meleleh pada bukaan Kawah Jonggring Saloka di sisi tenggara, mengarah ke Besuk Kobokan, Rabu malam.
Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama 24 jam terakhir mencatat guguran lava pijar Gunung Semeru terjadi sebanyak tujuh kali dengan jarak luncur mencapai 1.000 hingga 2.000 meter ke sisi tenggara. Laporan itu juga mencatat adanya erupsi letusan sebanyak 10 kali, dengan tinggi kolom abu 200 hingga 700 meter di atas puncak.
Hingga Kamis pagi, letusan Semeru masih terjadi berkali-kali dan dilaporkan secara terus-menerus oleh PVMBG di Pos Gunung Sawur.
Sementara itu, letusan dan luncuran lava ini masih berada di radius aman dan jauh dari permukiman penduduk.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono mengatakan hingga kini status Semeru masih berada di Level Dua (Waspada). Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak itu, warga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga untuk tetap waspada dan terus memperhatikan serta memantau peringatan dini aktivitas Semeru dari petugas.
Editor : JTV Jember



















