PONOROGO - Kepala Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo akhirnya buka suara soal kondisi warganya di Lingkungan Bandut, Dukuh Karangsengon, yang hingga kini masih kesulitan akses karena tidak memiliki jembatan penghubung sejak tahun 2006.
Akibatnya, anak-anak di wilayah tersebut terpaksa menyeberangi sungai setiap hari untuk bisa berangkat ke sekolah. Ia menyebut, pemerintah desa tak punya anggaran untuk pembangunan jembatan di lingkungan tersebut.
Menurutnya, warga sempat berinisiatif membangun jembatan bambu atau sesek secara swadaya. Jembatan sederhana itu sempat digunakan sebagai akses penyeberangan sehari-hari. Namun, jembatan tersebut rusak setelah diterjang banjir, sehingga warga kembali harus menyeberangi sungai tanpa fasilitas pengaman yang memadai hingga kini.
Kepala desa menyebut, pembangunan jembatan tersebut belum masuk ke wacana pembangunan Pemerintah Desa Sidoharjo lantaran terkendala anggaran.
“Di Karangsengon ini hanya ada empat rumah yang tinggal, tetapi kemungkinan jika desa mau membuatkan jembatan penghubung anggaran masih belum cukup. Hal ini sudah kami laporkan juga,” pungkas Kepala Desa Sidoharjo.
Kepala Desa menambahkan harapan terkait pembangunan jembatan sesegera mungkin mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah agar pembangunan tersebut dapat segera diwujudkan. Pasalnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
Sebelumnya diketahui, warga Lingkungan Bandut, Dukuh Karangsengon terpaksa menggendong anak-anak mereka saat menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah lantaran tak punya jembatan penyeberangan. Kondisi ini cukup berisiko, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus sungai menjadi deras.
Bahkan saat hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi dan debit air mengalami peningkatan, anak-anak di lingkungan tersebut terpaksa harus libur sekolah. Hingga kini, lingkungan yang dihuni enam kepala keluarga tersebut menanti adanya jawaban pembangunan dari pemerintah setempat. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















