SURABAYA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar Kick Off Meeting program Surabaya Regional Railway Line (SRRL) di Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Hadir pada Kick Off ini Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, didampingi Kadishub Jatim Nyono, dan Kepala BAPPEDA Jatim, M. Yasin. Serta Catur Wicaksono selaku Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.
Wagub Emil menjelaskan, nilai kontrak pada proyek ini senilai 230 juta Euro dan didanai KfW Development Bank, Jerman.
"Dananya sudah tersedia 230 juta euro. Dan hari ini kami hadir bersama BAPPEDA dan Dinas Perhubungan," ujarnya.
Pada tahap pertama pengerjaan proyek sekompleks ini, lanjut Emil adalah memasang sistem perkeretaapian listrik dan di double track. Karena double track bukan semata pasang rel, tetapi desain serta dampak dampak yang ditimbulkan.
"Double track itu bukan hanya pasang rel gitu. Nanti kereta itu akan bersampingan, getarannya bagaimana, itu detail desain yang sangat-sangat kompleks," imbuhnya.
Emil mengungkapkan, salah satu kendala adalah konstruksi. Karena pada saat pengerjaan proyek nantinya, dilakukan tanpa mengganggu operasional kereta yang ada sekarang.
"Jadi itu yang betul-betul sulit, maka semua dirancang detail. Mudah-mudahan efektif kita anggaplah satu Maret misalnya betul-betul gong ya, butuh satu tahunan lebih untuk kemudian betul-betul memfinalkan desain sistem kelistrikannya," tuturnya.
Wagub menambahkan, untuk tender dimulai di 2027. Namun durasi tender terus difinalkan, dan diharapkan lebih cepat lebih baik.
"Kalau di lapangan ternyata kompleksitasnya lebih bisa tertangani, durasi ini bisa berkurang signifikan," harapnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian, Catur Wicaksono menjelaskan, saat ini masih fase Basic Engineering Design (BED) dan Detail Engineering Design (DED). Kemudian proses lelang pada PMIC (Power Management Integrated Circuit) atau MK (Motor Controller atau Pengontrol Motor).
"Saat ini juga paralel, nanti ada lelang PMIC-nya atau istilahnya MK-nya," terangnya.
Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten Kota, untuk mempercepat penyelesaian. Mulai dari utilitas, heritage, maupun perlintasan.
Pada tahap pertama, akan dikerjakan fase 1A, yaitu dari Gubeng sampai ke Sidoarjo (Waru). Kemudian paralel dipersiapkan dari Gubeng sampai ke Pasar Turi. Fase berikutnya dari Pasar Turi sampai ke Kandangan, dan sampai ke Indro Gresik Kota. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















