KEDIRI - Ribuan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kediri unjuk kebolehan dalam ajang parade drumband untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 51 kontingen yang berasal dari 26 kecamatan saling adu kepiawaian dalam memadukan nada dan baris-berbaris. Arak-arakan memukau ini mengambil garis start di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan menyentuh garis finish di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG).
Kegiatan berskala besar ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri sebagai bagian dari semarak kemerdekaan pemerintah daerah. Mengusung tema Semangat Kemerdekaan, Harmoni Drumband Madrasah, Menuju Kediri Berbudaya, parade ini tidak hanya disuguhkan sebagai hiburan bagi masyarakat luas. Lebih dari itu, ajang tahunan ini dirancang sebagai ruang pendidikan karakter dan kedisiplinan bagi para siswa.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri H. Achmad Fa’iz memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah setempat atas sinergi yang terjalin erat. Ia merasa bangga lembaganya dapat berkolaborasi dan berkontribusi langsung dalam memeriahkan perayaan hari besar nasional di wilayah Kediri.
"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada Kemenag untuk turut menjadi bagian dalam rangkaian peringatan hari besar nasional ini," ujar Fa'iz.
Di sisi lain, persiapan matang rupanya telah digembleng oleh para peserta demi tampil maksimal menyusuri rute panjang tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh Vanessa Safiya Aurora, peserta didik asal MI Baitul Hikmah, Desa Margourip. Ia mengaku telah mematangkan persiapan bersama rekan-rekan satu timnya jauh-jauh hari sebelum hari perlombaan tiba.
"Saya bersama tim telah mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, selama kurang lebih satu bulan penuh," ungkap Vanessa menceritakan perjuangan timnya.
Melalui perhelatan akbar tersebut, Kemenag Kabupaten Kediri menaruh harapan besar pada generasi penerus bangsa. Semangat perjuangan kemerdekaan diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai euforia seremonial tahunan belaka, tetapi terus dipupuk agar tumbuh menjadi nilai-nilai positif yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.(Mohammad Zainurofi)
Editor : JTV Kediri


















