SIDOARJO - Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, menyebut makanan yang disantap para santri sebelum mengalami gejala dugaan keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Ketua Asrama Putra Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Ferdiansyah, mengatakan makanan tersebut merupakan paket Makan Bergizi Gratis yang dikirim langsung oleh SPPG. Pihak pesantren tidak menyiapkan makanan tersebut.
“Ini murni kesalahan dari SPPG, tidak makanan dari pesantren. Ini makanan dari MBG,” katanya.
Namun, penyebab pasti dugaan keracunan hingga kini belum dapat dipastikan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana memeriksa SPPG yang memasok makanan Selasa (2/9/2026) besok.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pemeriksaan SPPG akan dilakukan untuk mencari tahu persoalan yang menyebabkan ratusan santri mengalami mual dan muntah setelah menyantap makanan MBG.
“Besok, Insya Allah kita akan cek kesana bersama dinas pengampu,” ujar Bupati.
Sementara itu, berdasarkan unggahan akun Instagram SPPG Kalitengah Tanggulangin, menu yang dibagikan kepada santri pada Selasa 1 September 2026 terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
Menu tersebut dibagikan kepada 2.854 penerima manfaat yang tersabar di 17 Sekolah dan 3B (Bumil, Busui, Balita).
Ketua Asrama Putra Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Ferdiansyah menyebut, makanan MBG tersebut diterima siang hari. Beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai mengalami mual dan muntah. Keluhan awal muncul setelah salat Asar dan jumlah santri yang mengalami gejala kemudian terus bertambah.
“Semua santri masih sempat melaksanakan salat asar. Setelah salat Asar, sekitar pukul 16.00 WIB, mulai ada santri yang mengalami mual. Baru terdeteksi sekitar pukul 16.20 WIB, karena sudah banyak santri yang melapor ke UKS di masing-masing unit,” terang Ferdiansyah.
Hingga Selasa malam, para santri masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian sampel. Sementara kabar adanya santri yang meninggal dalam peristiwa dugaan keracunan MBG ini dipastikan tidak benar. (*)
Editor : A. Ramadhan



















