Daging ayam dikenal sebagai sumber protein dengan kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan gizi. Namun, di balik kandungan nutrisinya, daging ayam juga rentan menjadi media pertumbuhan bakteri jika tidak ditangani dengan tepat, terutama pada proses pencairan atau thawing setelah disimpan dalam freezer.
Kontaminasi mikroorganisme pada daging ayam dapat terjadi di berbagai tahap, mulai dari proses pemotongan, pengolahan, kontak dengan peralatan, hingga paparan lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat penanganan daging ayam, termasuk metode pencairan atau thawing, menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan pangan.
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah mencairkan daging ayam pada suhu ruang. Metode ini dinilai berisiko karena dapat meningkatkan jumlah bakteri secara signifikan. Dalam penelitian berjudul Differences in Thawing Methods in Broiler Chicken Meat on Total Plate Count (TPC) of Bacteria, disebutkan bahwa daging ayam yang dicairkan pada suhu ruang mengandung sekitar 16.000 bakteri per gram, sedangkan pencairan dengan suhu dingin hanya sekitar 1.200 bakteri per gram. Artinya, jumlah bakteri dapat meningkat hingga lebih dari 10X lipat jika thawing dilakukan di suhu ruang.
Peningkatan ini terjadi karena bakteri pada daging ayam memiliki kemampuan berkembang dengan cepat, terutama pada kondisi suhu tertentu. Beberapa jenis bakteri yang umum ditemukan pada daging ayam antara lain Salmonella spp., Campylobacter spp., Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Listeria spp..
Yunita, dosen pangan sekaligus praktisi di bidang keamanan pangan, menjelaskan bahwa bakteri tersebut berkembang pesat pada rentang suhu tertentu yang dikenal sebagai danger zone. “bakteri yang ada pada ayam merupakan bakteri dengan peningkatan yang cukup cepat di suhu ruang di antara 50-60 derajat celcius atau sering disebut danger zone pada istilah keamanan pangan,” jelasnya.
Selain itu, pencairan pada suhu ruang menyebabkan bagian luar daging ayam menjadi lebih hangat, sementara bagian dalamnya masih dingin. Kondisi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang di permukaan daging. “dalam keamanan pangan, disarankan untuk thawing ayam di suhu kulkas saja, di suhu 4 derajat celcius karena di suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan bakteri,” tambahnya.
Dengan demikian, metode pencairan daging ayam yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan konsumsi. Pencairan di dalam kulkas dengan suhu rendah lebih dianjurkan karena mampu menekan pertumbuhan bakteri dibandingkan pencairan di suhu ruang. (Mamluatus Saliamah)
Editor : Iwan Iwe



















