BEKASI - Kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) menelan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru per Selasa (28/4) pukul 10.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Insiden terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di area emplasemen stasiun. Kecelakaan melibatkan KRL CommuterLine dengan kode operasional PLB 5568A relasi KPB–Cikarang dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengonfirmasi gangguan perjalanan kereta terjadi di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB. Gangguan terjadi akibat KRL tersebut tertabrak kereta api jarak jauh, yang berdampak pada operasional perjalanan di lintas tersebut.
KAI menegaskan saat ini fokus utama diarahkan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan. Petugas di lapangan disebut telah bergerak cepat untuk melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat evakuasi serta pemulihan perjalanan.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Proses evakuasi dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan dan dilaporkan berlangsung lebih dari delapan jam. Penanganan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kereta yang terdampak.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur sempat dinonaktifkan guna mendukung proses evakuasi serta mencegah risiko tambahan. Perjalanan kereta di jalur tersebut juga mengalami gangguan sementara.
Sementara itu, tim dari BASARNAS melaporkan bahwa korban selamat dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik, serta tengah mendapatkan penanganan medis intensif.
Sebagian korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Petugas memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. KAI memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan, pemulihan operasional perjalanan kereta api, serta memastikan proses evakuasi berjalan optimal. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















