NGAWI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,25 miliar untuk memperbaiki puluhan sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang mengalami kerusakan. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, menjelaskan bahwa total terdapat 32 sekolah yang menjadi sasaran perbaikan, terdiri dari 25 sekolah dasar dan tujuh sekolah menengah pertama. Selain itu, pada tahun ini juga dilakukan perbaikan terhadap tujuh sekolah yang pada tahun 2025 lalu sempat mengalami gagal lelang.
Tujuh sekolah yang sebelumnya gagal lelang tersebut terdiri atas lima sekolah menengah pertama dan dua sekolah dasar. Untuk percepatan pelaksanaan, proses pengadaan perbaikan tujuh sekolah tersebut akan dilakukan melalui tender konsolidasi dan ditargetkan dapat mulai dikerjakan pada Februari mendatang.
Sementara itu, perbaikan terhadap sekolah lainnya, yakni 23 sekolah dasar dan dua sekolah menengah pertama, direncanakan mulai dilaksanakan pada Mei mendatang. Setiap sekolah akan mendapatkan perbaikan pada dua ruang kelas dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta per sekolah.
Baca Juga : DPRD Nilai Dindik Gagal Rencanakan Rehabilitasi Sekolah Rusak
Zainal menambahkan, fokus perbaikan diarahkan pada bagian atap bangunan yang mengalami kerusakan dan dinilai berpotensi membahayakan aktivitas belajar mengajar. Diharapkan, perbaikan ini dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan siswa dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Adapun sekolah yang sempat mengalami gagal lelang pada tahun lalu meliputi SMP Negeri 2 Jogorogo, SMP Negeri 3 Sine, SMP Negeri 3 Paron, SMP Negeri 1 Bringin, dan SMP Negeri 2 Kasreman, serta SD Negeri Bangunrejo Kidul 5 Kedunggalar dan SD Negeri Sidolaju 4 Widodaren.
Editor : JTV Madiun



















