KOTA MALANG - Di tengah menjamurnya tren kuliner modern, risol mayo tetap bertahan sebagai camilan yang tak lekang oleh waktu. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuat jajanan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tak hanya hadir di pasar tradisional, risol mayo kini merambah kafe, katering rumahan, hingga bisnis online.
Jejak awal risol sebenarnya berasal dari Eropa. Di Prancis, makanan bernama rissole sudah dikenal sejak abad pertengahan sebagai olahan daging yang dibungkus adonan lalu dimasak hingga kecokelatan. Nama tersebut berasal dari kata kerja “rissoler” yang berarti menggoreng atau memanggang sampai berwarna keemasan.
Perjalanan risol menuju Indonesia berkaitan erat dengan masa kolonial Belanda. Pada periode itu, masyarakat Hindia Belanda mengenal hidangan serupa berisi ragout atau saus krim daging. Seiring waktu, resep tersebut mengalami penyesuaian dengan bahan lokal yang lebih mudah didapat serta selera masyarakat setempat yang cenderung menyukai rasa gurih dan ringan.
Transformasi besar terjadi ketika varian risol mayo mulai dikenal luas pada era 1970–1980-an di Jakarta. Wilayah Tanjung Duren sering disebut sebagai salah satu pusat berkembangnya risol mayo legendaris yang kemudian populer hingga ke berbagai daerah.
Baca Juga : Jajanan Tradisional Jadi Buruan Warga Saat Ramadan
Berbeda dengan risol klasik berisi ragout, risol mayo menawarkan sensasi rasa yang lebih modern. Isiannya memadukan mayones, potongan telur rebus, serta sosis atau daging asap. Perpaduan ini menghasilkan cita rasa creamy yang khas, dibalut kulit tipis yang digoreng hingga renyah.
Kini, risol mayo bukan sekadar jajanan pasar. Camilan ini kerap menjadi hidangan andalan saat arisan, rapat kantor, hingga menu berbuka puasa. Banyak pelaku usaha mikro juga memanfaatkan popularitasnya sebagai peluang bisnis karena bahan bakunya relatif sederhana dan mudah diolah.
Kehadiran risol mayo menunjukkan bagaimana kuliner asing dapat beradaptasi dan berkembang sesuai budaya lokal. Dari dapur Eropa hingga meja makan masyarakat Indonesia, risol mayo menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengubah resep lama menjadi sajian yang tetap relevan dan digemari lintas generasi. (Prakerin-Ahmad)
Editor : JTV Malang



















