LAMONGAN - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia diwarnai dengan kegiatan penuh makna di Bendung Gerak Babat, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Senin (17/8/2026).
Ratusan masyarakat Desa Kendal bersama para penjaga sumber daya air dari Dinas PUSDA Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo berkumpul untuk melaksanakan apel serta pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 180 meter.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, melainkan sebuah momentum penting untuk merawat semangat perjuangan sekaligus mengenalkan fungsi vital infrastruktur bendungan kepada masyarakat luas di berbagai kalangan. Selain dihadiri oleh ratusan warga dan para pemuda setempat yang sangat antusias menyambut hari kemerdekaan, acara ini juga melibatkan para penjaga sumber daya air dari berbagai instansi terkait.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat pesan kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan infrastruktur pengairan yang menopang kehidupan masyarakat sehari-hari di wilayah Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban.
"Bendungan Gerak Babat ini merupakan bendungan yang paling vital di Bojonegoro, sebagai pengendali banjir di bagian hilir Bengawan Solo," ujar Tri Suryani, S.T., M.T., Kepala UPTA SDA Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro.

Keberadaan Bendung Gerak Babat terbukti memiliki peran yang sangat krusial dalam menunjang berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama dalam hal penyediaan pasokan air baku dan pengaturan irigasi pertanian. Dengan dukungan teknis yang optimal dari para petugas pengelola, infrastruktur ini mampu mengairi belasan ribu hektare lahan pertanian serta menjadi sumber pasokan air bersih bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) demi menunjang kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
"Bendung Gerak Babat ini berfungsi sebagai pengendali banjir dan untuk pelayanan irigasi bagi sekitar 19 ribu hektare lahan," jelas Teguh Prasetyo, S.T., Kasi Operasi UPT PSDAWS Bengawan Solo.
Di samping itu, Kepala Desa Kendal, Rois Purwonugroho, S.T., turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan akbar tersebut di wilayah desanya. Ia menilai bahwa antusiasme warga, termasuk anak-anak dan para ibu, mencerminkan tingginya rasa cinta tanah air serta kesadaran kolektif dalam menghargai jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
"Kami merasa bangga dan sangat mengapresiasi kegiatan pembentangan bendera Merah Putih yang ditempatkan di desa kami," tutur Rois Purwonugroho.
Melalui sinergi yang terjalin erat antara pemerintah, pengelola sumber daya air, dan masyarakat setempat, perayaan kemerdekaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga lingkungan sekitar. Seluruh pihak diimbau agar senantiasa merawat kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai, serta menjaga infrastruktur vital demi kelangsungan hidup generasi masa kini dan masa depan.
"Pembentangan bendera ini merupakan wujud terima kasih kepada para pejuang dan komitmen kami melayani masyarakat tanpa pamrih," pungkas Teguh Prasetyo.
Seluruh rangkaian kegiatan di kawasan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar hingga tuntas, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga maupun petugas yang berpartisipasi.
Editor : Iwan Iwe



















