Menu
Pencarian


PDI Perjuangan Jatim Berduka, Guruh Soekarnoputra Tinggalkan Jejak Politik dan Seni

Portaljtv.com - Sabtu, 26 September 2026 09:30
PDI Perjuangan Jatim Berduka, Guruh Soekarnoputra Tinggalkan Jejak Politik dan Seni
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra

SURABAYA - PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno dan Fatmawati. Guruh dikenang sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik sekaligus meninggalkan karya penting bagi perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan Guruh memiliki kontribusi di bidang politik dan kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidupnya. Menurut dia, Guruh turut membawa semangat kebangsaan melalui kiprahnya di parlemen sekaligus menjaga kebudayaan melalui karya-karya seninya.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Guruh Soekarnoputra. Beliau adalah figur teladan yang tidak hanya melanjutkan api perjuangan Bung Karno di panggung politik, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat kebudayaan bangsa,” ujar Deni, Sabtu (26/9/2026).

Dalam perjalanan politiknya, Guruh tercatat pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Pada Pemilu 2019, dia berpindah ke Dapil Jawa Timur VI yang mencakup Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten Tulungagung, dan terakhir tercatat sebagai anggota DPR RI dari dapil tersebut untuk periode 2019-2024.

Sebelum mewakili Jatim I, Guruh juga memiliki sejarah panjang sebagai legislator dari wilayah Jatim VI. Profil resmi DPR mencatat dia pernah terpilih dari Jatim VI pada periode 1999-2004 dan 2004-2009, kemudian mewakili Jatim I pada 2009-2014 dan 2014-2019, sebelum kembali ke Jatim VI pada 2019-2024.

Deni mengatakan perjalanan Guruh di parlemen menjadi bagian dari pengabdian panjangnya kepada masyarakat. Kiprah tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas sosial dan perjuangannya dalam memperkenalkan serta mempertahankan seni dan budaya Indonesia.

“Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki komitmen utuh terhadap cita-cita kebangsaan. Pengabdian beliau selama bertahun-tahun di DPR RI dan berbagai kegiatan sosial menjadi bukti nyata dedikasinya untuk masyarakat,” kata Deni.

Di luar politik, Guruh dikenal sebagai seniman yang mengembangkan bakat sejak usia muda. Aktivitasnya melahirkan sejumlah karya melalui Swara Maharddhika, GSP Production, serta kolaborasi musik eksperimental Guruh Gipsy.

Karya Guruh turut mewarnai perjalanan musik dan seni Indonesia. Sejumlah karya yang dikenal antara lain album Guruh Gipsy (1976), Zamrud Khatulistiwa, Renjana, dan Melati Suci, serta keterlibatannya dalam penataan musik sejumlah film.

Deni mengatakan karya-karya tersebut menjadi bagian dari warisan kebudayaan yang akan terus dikenang. Menurut dia, kontribusi Guruh di bidang seni membuat pengabdiannya tidak hanya tercatat dalam sejarah politik, tetapi juga dalam perkembangan kebudayaan Indonesia.

“Karya-karya seni beliau adalah warisan abadi yang memperkaya khazanah budaya Nusantara dan menginspirasi lintas generasi. Semangat dan dedikasi Beliau dalam menjaga jiwa seni Indonesia akan selalu hidup dalam ingatan kita semua,” tutur Deni.

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 sebagai putra Soekarno dan Fatmawati. Selain kiprahnya sebagai anggota DPR RI dari PDI dan PDI Perjuangan, dia dikenal sebagai seniman melalui berbagai aktivitas dan karya yang turut memperkaya khazanah seni Indonesia.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.(*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.