SUMENEP - Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi kalangan muda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Alih-alih hanya menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa, seorang mahasiswi justru memanfaatkan momentum tersebut dengan berjualan kuliner tradisional.
Salah satunya mahasiswi bernama Elza Safira Maharani itu jeli melihat peluang meningkatnya aktivitas masyarakat yang berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Dari situ, ia memutuskan membuka usaha kuliner sederhana dengan menjual berbagai jajanan tradisional khas Sumenep di Jalan Dr. Soetomo, Kabupaten Sumenep
Berbeda dengan pedagang lain yang banyak menjual makanan kekinian, Elza justru memilih menawarkan jajanan tradisional seperti tajin etem, cenil, lompang, apen, dan pattola.
Menurutnya, jajanan tradisional memiliki keunggulan tersendiri karena dinilai lebih sehat dan umumnya tidak menggunakan bahan pengawet seperti sebagian makanan modern.
Dari usaha sederhana tersebut, Elza mengaku mampu meraih omzet lebih dari Rp500 ribu dalam sehari selama Ramadan.
“Harga terjangkau, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu, sudah bisa menikmati berbagai kuliner tradisional,” kata Elza, Jumat (13/3/2026).
Selain itu, Elza juga memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan dagangannya. Ia aktif mempromosikan produk melalui media sosial seperti TikTok dan platform digital lainnya, bahkan sebelum lapak fisiknya mulai buka.
Meski demikian, menjalankan usaha sambil tetap menjalani aktivitas kuliah bukan hal yang mudah. Elza harus pandai mengatur waktu, mulai dari menyiapkan bahan dagangan sejak pagi, mengikuti perkuliahan hingga siang hari, lalu berjualan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Melalui pengalaman tersebut, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari berjualan jajanan tradisional selama bulan ramadan ini.
“Pengelamannnya mulai dari menghadapi pelanggan, mengelola keuangan, hingga belajar bersaing di dunia usaha yang tidak sepenuhnya didapatkan di bangku kuliah,” tuturnya. (Fawas Irfani)
Editor : JTV Madura



















