PONOROGO - Sebuah bangunan joglo yang digunakan sebagai pondok mengaji di Jalan Yos Sudarso Gang II, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, ludes dilalap api pada Selasa dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh dua santri yang terbangun untuk melaksanakan salat Subuh. Saat keluar dari tempat istirahat, keduanya mendapati api telah berkobar dan melalap bangunan joglo dari bagian depan hingga belakang.
Menyadari kobaran api semakin membesar, kedua santri segera membangunkan tiga santri lainnya yang masih tertidur agar segera menyelamatkan diri. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dengan dibantu warga sekitar. Api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.
Baca Juga : Pondok Mengaji di Ponorogo Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
Anggota Polres Ponorogo, Alwi Mustamiin, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena bangunan didominasi material kayu dan berada di tengah area persawahan sehingga api cepat membesar.
"Petugas bersama pemadam kebakaran dan warga berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian. Proses pemadaman cukup terkendala karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu sehingga api cepat menjalar," ujar Aipda Alwi Mustamiin.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Brotonegaran, Setyo Laksono, menjelaskan bangunan joglo tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai tempat mengaji sekaligus tempat beristirahat para santri dari Pondok Pesantren Hudatul Muna.
Baca Juga : Cegah PMI Ilegal, Imigrasi Hadirkan Layanan Pembuatan Paspor Satu Atap di Ponorogo
"Joglo ini biasa digunakan santri Pondok Pesantren Hudatul Muna untuk mengaji dan beristirahat. Beruntung seluruh santri berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Setyo Laksono.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh bangunan joglo beserta sebagian perlengkapan di dalamnya hangus terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Hingga kini, Satreskrim Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Berdasarkan dugaan awal, api diduga berasal dari korsleting instalasi listrik.
Editor : JTV Madiun



















