TRENGGALEK - Hasil skrining kesehatan yang dilakukan Dokkes Polres Trenggalek pada Oktober 2024 mengungkapkan 60 personel mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Menanggapi temuan ini, Kapolres Trenggalek memerintahkan seluruh anggota tersebut untuk mengikuti program penurunan berat badan.
Rata-rata berat badan anggota yang obesitas kala itu melebihi 80 kilogram, dengan yang tertinggi mencapai 160 kilogram. Untuk menurunkan berat badan, mereka diwajibkan menjalani olahraga seperti lari atau jalan kaki selama minimal satu jam sebanyak tiga kali seminggu, yaitu setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sebelum olahraga dimulai, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan.
Selain olahraga, program ini juga mengharuskan para peserta menjalani pola makan sehat. Mereka disarankan mengurangi asupan karbohidrat dan gula, menggantinya dengan sayur, buah, dan protein hewani.
Setelah tiga bulan menjalani program, hasilnya cukup memuaskan. Aiptu Mahesa, salah satu peserta yang sebelumnya memiliki berat badan 160 kilogram, berhasil menurunkan 26 kilogram. Dengan turunnya berat badan, kondisi tubuh semakin baik dan mobilitas lebih mudah.
Baca Juga : 60 Polisi Gendut Jalani Program Diet Polres Trenggalek
“Setiap tiga hari sekali olahraga di stadion dan makan tidak pakai nasi cuma pakai sayur dan daging, dengan adanya program ini badan lebih enteng daripada sebelumnya, aktivitas menjadi lebih lancer,” ujar Mahesa, Anggota Polres Trenggalek.
Hal serupa dirasakan oleh Franajaya, yang berat badannya turun dari 95 kilogram menjadi 72 kilogram. Ia merasa perubahan pada tubuhnya sangat signifikan, dari yang sebelumnya tambun menjadi lebih ideal.
“Dengan mengikuti program ini perbedaan di tubuh saya sangat besar sekali, terutama saat bangun tidur, badan terasa lebih fit dan aktivitas lebih semangat, semangat di tubuh saya sangat besar sekali daripada sebelumnya,” ungkap Franajaya, Anggota Polres Trenggalek.
Menurut Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, seluruh anggota yang menjalani program ini diawasi oleh tim kesehatan dan ahli gizi. Program ini sengaja digalakkan agar seluruh anggota Polres Trenggalek tetap dalam kondisi sehat.
“Dalam Program IMT (Indeks massa tubuh) yang kita berikan kepada personal kita yaitu untuk meningkatkan Kesehatan dan kebugaran sebagai personel, untuk mengikuti giat IMT ini salah satunya adalah dengan berolahraga dan menjaga pola makan, kita laksanakan olahraga terbuka seperti jalan kaki dan ada yang lari, untuk waktunya itu senin, rabu siang dan jumat pagi,’ ujar Kompol Herlinarto, Wakapolres Trenggalek.
Dari 60 personel yang mengikuti program, mayoritas mengalami penurunan berat badan antara 5 hingga 26 kilogram. Sebanyak 19 di antaranya bahkan telah mencapai bobot ideal. Program ini menunjukkan komitmen Polres Trenggalek dalam menjaga kesehatan fisik dan kebugaran anggotanya.(Hammam Defa)
Editor : JTV Kediri