PROBOLINGGO - Polres Probolinggo menyiagakan puluhan personel untuk mengamankan rangkaian dan puncak pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada 2026 di kawasan Gunung Bromo. Sebanyak 92 personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan prosesi adat masyarakat Tengger berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, mengatakan pengamanan dilakukan sejak dimulainya rangkaian kegiatan hingga puncak prosesi labuh sesaji di Kawah Gunung Bromo pada Senin (1/6/2026) dini hari.
"Sebanyak kurang lebih 92 personel telah kami siagakan untuk melakukan pengamanan jalur, pengamanan lokasi kegiatan, termasuk di Pura Luhur Poten, lautan pasir, kawah Bromo, serta pengawalan tamu VVIP yang hadir dalam kegiatan ini," kata AKBP Latif, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, personel ditempatkan di berbagai titik rawan kepadatan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat Tengger maupun para tamu yang mengikuti rangkaian ritual sakral tersebut.
"Pengamanan kami lakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel di titik-titik strategis. Tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif," ujarnya.
Selain menerjunkan personel, Polres Probolinggo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI, pengelola kawasan wisata hingga unsur masyarakat adat Tengger.
"Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Yadnya Kasada tahun ini dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala yang berarti," tambahnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung. Ia meminta pengunjung maupun peserta ritual tidak membawa peralatan yang dapat mengganggu kekhusyukan acara.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membawa sound system, petasan, maupun menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar karena dapat mengganggu jalannya prosesi adat," tegas AKBP Latif.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati tradisi leluhur Suku Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Mari kita hormati tradisi sakral masyarakat Tengger ini dengan menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran kita harus memberikan dukungan terhadap kelancaran upacara, bukan justru mengganggu pelaksanaannya," katanya.
AKBP Latif juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kawasan Gunung Bromo yang menjadi lokasi pelaksanaan ritual.
"Kami berharap seluruh masyarakat turut menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jangan melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun mengganggu jalannya upacara adat," ujarnya.
Diketahui, Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral masyarakat Tengger sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus penghormatan kepada leluhur. Rangkaian kegiatan diawali dengan Semeninga atau Wiwit, dilanjutkan Mendak Tirta, Atur Suguh, Pawedalan di Pura Luhur Poten, hingga malam resepsi Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.
Puncak ritual akan berlangsung di Pura Luhur Poten dan Kawah Gunung Bromo melalui prosesi labuh sesaji pada Senin dini hari. Untuk mendukung kekhusyukan pelaksanaan upacara, kawasan wisata Gunung Bromo ditutup sementara bagi wisatawan umum mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















