Menu
Pencarian


Bulukerto Magetan Gelar Pelatihan Pranata Cara Adat Jawa

Portaljtv.com - Rabu, 22 Juli 2026 17:32
Bulukerto Magetan Gelar Pelatihan Pranata Cara Adat Jawa
Kegiatan Pelatihan Pranata Cara di Bulukerto, Magetan. Dok. Ramdhan Rio/JTV Magetan (22/07/2026)

MAGETAN - Di tengah kuatnya pengaruh budaya modern dan menurunnya penggunaan bahasa daerah, masyarakat Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, menggelar pelatihan pranata cara atau pembawa acara adat Jawa pada Rabu (22/7/2026).

Upaya pelestarian tradisi ini menarik minat dari berbagai kalangan lintas generasi, termasuk kaum perempuan dan Generasi Z (Gen Z). Pelatihan ini menjadi wadah edukasi untuk mempelajari sekaligus merawat penggunaan bahasa dan tata krama Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah empat fakta menarik dari pelaksanaan pelatihan pranata cara di Kabupaten Magetan:

1. Antusiasme Lintas Generasi, dari Gen Z hingga Ibu-Ibu

Baca Juga :   Filosofi Jadah Tujuh Warna: Simbol Doa dan Langkah Awal Kehidupan dalam Tradisi Tedhak Siten

Peserta pelatihan pranata cara kali ini tidak hanya didominasi oleh kaum pria. Sejumlah peserta perempuan, yang terdiri atas kalangan Gen Z hingga ibu-ibu, tampak antusias mengikuti setiap tahapan materi yang disajikan.

2. Menguasai Teknik Bicara dan Bahasa Jawa Krama

Seorang pranata cara dituntut tidak sekadar memandu jalannya acara. Para peserta dibekali teknik vokal (public speaking), pemilihan diksi bahasa Jawa Krama, hingga tata cara membawakan prosesi adat dengan anggun dan berwibawa. Mereka dipersiapkan untuk memandu upacara tradisional seperti pernikahan, tedhak siten, hingga mitoni dengan mengedepankan etika (unggah-ungguh).

3. Mencegah Kepunahan Adat dan Filosofi Jawa

Saat ini penggunaan bahasa Jawa, khususnya ragam Krama, mulai tergerus akibat dominasi bahasa Indonesia dan asing. Pemateri pelatihan, Sartono, menjelaskan bahwa Kelurahan Bulukerto diinisiasi sebagai Kampung Bahasa untuk membentengi budaya lokal.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penguatan Kelurahan Bulukerto sebagai Kampung Bahasa. Kami ingin melestarikan budaya Jawa diawali dari penggunaan bahasanya, agar bahasa Jawa di Magetan tidak tergilas oleh perkembangan zaman," terang Sartono.

Ia menambahkan bahwa program ini dirancang agar nilai-nilai adat tetap lestari.

"Melalui pranata cara, kami berharap adat istiadat di Magetan tidak punah. Generasi muda perlu memahami betul tradisi serta filosofi kehidupan di dalamnya," imbuhnya.

4. Membuka Peluang Profesi Baru bagi Perempuan

Bagi peserta, pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan kebudayaan, tetapi juga membuka peluang berkarier sebagai pranata cara profesional. Peluang ini dinilai potensial, terutama bagi kaum perempuan yang keterlibatannya masih relatif minim dalam dunia pembawa acara adat Jawa.

Melalui program berkelanjutan ini, pemerintah dan tokoh masyarakat setempat berharap bahasa serta nilai-nilai kebudayaan Jawa dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. (Adiybah Fawziyyah)

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.