JOMBANG - Syarat pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini belum ditetapkan secara pasti. Kondisi ini membuka peluang bagi kalangan pejabat maupun politisi partai untuk turut masuk dalam bursa pencalonan.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, saat memimpin apel kesiapan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Rabu (22/7/2026) pagi.
Apel siaga yang digelar di depan Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said ini merupakan bagian dari persiapan panitia menjelang gelaran Muktamar yang akan menentukan arah kepemimpinan NU lima tahun ke depan.
Menurut Saifullah, kepastian mengenai syarat calon Ketua Umum—termasuk peluang calon dari luar struktur NU—nantinya dimusyawarahkan langsung oleh para muktamirin dalam forum Muktamar. Musyawarah mufakat merupakan mekanisme khas NU yang selalu diutamakan sebelum mengambil keputusan akhir melalui pemungutan suara (voting).
Musyawarah Jadi Prioritas Utama
Prinsip musyawarah ini merujuk pada tradisi organisasi serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Dengan demikian, setiap perbedaan pandangan antarutusan diselesaikan terlebih dahulu melalui mufakat.
Meski peluang bagi calon luar terbuka, Saifullah menegaskan bahwa organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad ini tidak pernah kekurangan kader internal yang mumpuni.
"Yang terpenting NU tidak kekurangan kader untuk memimpin, dan semua memiliki kesempatan yang sama. Soal syarat dan ketentuan lainnya nanti diserahkan kepada muktamirin untuk dibahas. Insyaallah semuanya bisa dimusyawarahkan dengan baik. Jika ada perbedaan, diselesaikan lewat musyawarah," ujar Saifullah Yusuf.
Muktamar ke-35 Digelar Agustus 2026
Ketentuan syarat pencalonan menjadi salah satu isu krusial yang akan dibahas dalam sidang komisi Muktamar mendatang. Mengingat, posisi Ketua Umum PBNU memiliki pengaruh besar terhadap arah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Perhelatan ini diperkirakan bakal dihadiri ribuan muktamirin dari seluruh penjuru Tanah Air.
Gelaran akbar ini tidak hanya bertujuan memilih pucuk pimpinan baru PBNU, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi dalam merumuskan arah gerak NU menghadapi tantangan keumatan dan kebangsaan pada masa mendatang. (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















