Menu
Pencarian


Mentan Targetkan Swasembada Gula Rampung Dua Tahun, PT SGN Siap Percepat Program Bongkar Ratoon

Selvy Wang - Rabu, 22 Juli 2026 19:30
Mentan Targetkan Swasembada Gula Rampung Dua Tahun, PT SGN Siap Percepat Program Bongkar Ratoon
Menteri Pertanian Republik Indonesia (tengah) didampingi Direktur Utama PTPN III (Persero) Holding Perkebunan (kiri) dan Gubernur Jawa Timur (kanan) memberikan arahan dalam kunjungan kerja di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (2

SURABAYA - Pemerintah terus berkomitmen mempercepat swasembada gula. Guna merealisasikan target Presiden Prabowo Subianto tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) di Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Kedatangan Mentan Amran disambut Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi dan pimpinan PT SGN. Begitu tiba, Mentan Amran langsung menggelar pertemuan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi nasional untuk mempercepat peningkatan produksi gula melalui peremajaan kebun tebu dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, serta petani.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah menyiapkan program bongkar ratoon secara masif terhadap tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.

Baca Juga :   Program Bongkar Ratoon Perkuat Produktivitas Tebu Nasional dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

"Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 12 tahun, 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Target kita sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden," kata Menteri Pertanian.

Menurutnya, percepatan peremajaan tanaman menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga mampu mendongkrak produksi gula dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, mengatakan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dengan memperkuat kolaborasi bersama pabrik gula swasta serta meningkatkan dukungan kepada petani tebu.

"Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui program bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta berbagai dukungan budidaya lainnya. Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," ujar Mahmudi.

Mahmudi menambahkan, keberhasilan program percepatan swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri gula, tetapi juga pada keberhasilan meningkatkan produktivitas di tingkat petani. Karena itu, PT SGN akan terus memperluas pendampingan, mekanisasi, serta program peremajaan tanaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kemandirian gula nasional sesuai target pemerintah.

Mengenai PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) :

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula. Perusahaan didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional.

Perusahaan mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara, 2 Pabrik Gula PT Pg Rajawali I, 3 Pabrik Gula PT Pg Rajawali II, 1 Pabrik Gula PT Candi Baru yang tersebar dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas Perusahaan. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.