Menu
Pencarian


Dukung Hilirisasi Riset Kampus, Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS Rp 10 M

Portaljtv.com - Rabu, 22 Juli 2026 19:28
Dukung Hilirisasi Riset Kampus, Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS Rp 10 M
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP, bersama Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD berdialog di Kampus ITS Buncitan Sedati Sidoarjo pada Rabu (22/07/2026)

SIDOARJO - Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan dukungan nyata terhadap hilirisasi riset dan inovasi anak bangsa. Kementan memborong alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih jagung inovasi karya sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Komitmen tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI dan PT ITS Tekno Sains di Kampus ITS Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7/2026).

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP, menegaskan bahwa Kementan berkomitmen mendorong arus hilirisasi riset kampus langsung ke masyarakat, khususnya demi memperkuat sektor pertanian nasional.

"Kami hadir untuk mendorong hasil riset dari kampus agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penggunaan teknologi ini sangat krusial," ujar Mentan Amran Sulaiman 

Beberapa produk inovasi alsintan ITS yang resmi diborong Kementan setelah dinilai siap pasca uji coba lapangan di antaranya traktor listrik, alat pemanjat kelapa Mocits, dan mesin listrik penanam padi Ropatama.

Amran secara khusus menyoroti keberadaan mesin pemanjat kelapa Mocits yang dinilai vital untuk keamanan dan efisiensi para petani.

"Mesin pemanjat kelapa ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan petani. Mengingat Indonesia adalah salah satu produsen kelapa terbesar di dunia dengan produksi mencapai 2,8 hingga 3 juta ton per tahun," ungkap pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Amran menekankan pentingnya sinergi Triple Helix—yang melibatkan pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengembang, dan akademisi sebagai penemu inovasi—guna mempercepat swasembada pangan nasional. Langkah ini juga menjadi instruksi langsung Presiden RI untuk memprioritaskan produk riset dalam negeri.

Tidak hanya alsintan, Kementan melalui Ditjen Tanaman Pangan juga memborong 200 ton benih jagung unggulan hasil inovasi dosen Departemen Biologi ITS, Mukhammad Muryono SSi MSi PhD.

Nilai pembelian benih tersebut mencapai Rp 10 miliar dan diproyeksikan mampu mencakup lahan seluas 13.000 hektare dengan potensi produktivitas hingga 10 ton per hektare.

Bahkan, Kementan siap mengucurkan dana jauh lebih besar jika riset dan uji coba benih jagung ini berhasil menjaga kestabilan produksi.

"Jika pengawalan distribusi dan riset benih jagung oleh ITS ini berhasil mempertahankan rata-rata produksi 10 ton per hektare, kami berjanji melipatgandakan nilai pembelian hingga 10 kali lipat atau setara Rp 100 miliar untuk 10 tahun mendatang," tegas Amran optimis.

"Kalau itu terjadi, artinya kita dapat meningkatkan produksi jagung nasional tanpa menambah lahan baru, dan inilah yang sangat kita butuhkan," lanjutnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Kementan.

"Kami komit untuk selalu bersinergi menyukseskan program swasembada pangan," tegas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut.

Bambang menjelaskan, produk-produk inovasi tersebut saat ini tengah menjalani tahap uji coba lapangan akhir. Apabila seluruhnya terbukti berfungsi optimal, ITS siap melangkah ke tahap komersialisasi dan produksi massal dengan menggandeng mitra industri.

"Sebab kampus tidak mungkin bekerja sendiri membangun industri. Kita harus bergandengan tangan dengan mitra industri selaku pengembang manufaktur," pungkas Bambang.

Langkah strategis kolaborasi antara pemerintah dan akademisi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), poin ke-15 (Ekosistem Darat), serta poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Editor : Bagoes Ri





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.