PROBOLINGGO - Satreskrim Polres Probolinggo Kota bergerak cepat mengungkap kasus sekelompok pemuda dilempar bondet saat bermain sepakbola. Delapan orang diduga pelaku pelempar bondet berhasil ditangkap.
Hanya saja, polisi belum mengungkap identitas 8 diduga pelaku. Dari penangkapan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti sejumlah senjata tajam serta sisa bondet.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan penangkapan para tersangka ini.
"Tim gabungan dari Satreskrim, Satsabhara, Polsek Mayangan, dan Polsubsektor Kanigaran berhasil mengamankan delapan orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan bondet," ujarnya.
Delapan tersangka ditangkap hanya berselang dua jam setelah kejadian. Saat ditangkap, para tersangka masih membawa barang bukti sajam dan sisa bondet.
"Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidikan Satreskrim Polres Probolinggo Kota," ungkapnya.
pelemparan bom ikan atau bondet ke kerumunan pemuda yang sedang bermain sepak bola di delapan orang terduga pelaku berhasil diamankan.
Iptu Zainullah, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aksi pelemparan bondet yang mengakibatkan seorang pemuda terluka.
" sekitar pukul 04.00 WIB, atau sekitar dua jam setelah kejadian," kata Iptu Zainullah, Minggu (19/7/2026) pagi.
Sebelumnya, aksi pelemparan bondet terjadi saat puluhan pemuda sedang bermain sepak bola di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (19/7/2026) dini hari.
Akibat kejadian ini, Muhammad Toni (26), warga Jalan Ikan Dorang, Kelurahan Mayangan, mengalami luka hingga harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Menurut Zainullah, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku datang menggunakan dua sepeda motor yang dikendarai empat orang. Mereka sempat berhenti dengan alasan hendak membeli minuman keras di sekitar lokasi sebelum tiba-tiba melempar bondet ke arah kerumunan.
"Dari keterangan sejumlah saksi, empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor awalnya hendak membeli minuman keras di dekat lokasi. Namun, secara tiba-tiba mereka melempar bondet ke arah kerumunan pemuda yang sedang bermain sepak bola, kemudian langsung melarikan diri," ujarnya.
Usai menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa para saksi, meminta keterangan korban, hingga menganalisis rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi.
"Hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, korban, serta analisis CCTV mengarah pada sekelompok pemotor yang jumlahnya lebih dari enam orang. Tim kemudian membagi tugas untuk menutup akses keluar Kota Probolinggo dan melakukan pengejaran," jelasnya.
Pengejaran itu akhirnya membuahkan hasil. Gerombolan pemotor yang diduga terlibat berhasil ditemukan saat berada di kawasan Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Delapan orang langsung diamankan tanpa perlawanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil pengamanan, petugas juga menyita sejumlah senjata tajam dan sisa bondet yang diduga dibawa oleh kelompok tersebut. Barang bukti ini masih kami dalami keterkaitannya dengan peristiwa pelemparan," ungkap Zainullah.
Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk mencari tahu siapa yang melempar bondet serta motif di balik aksi yang membahayakan keselamatan masyarakat tersebut.
"Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui motif sebenarnya dari aksi pelemparan bondet ke tengah kerumunan pemuda yang sedang bermain sepak bola. Kami juga mendalami peran masing-masing orang yang diamankan," pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















