SURABAYA - Dinas Perhubungan Jawa Timur mendorong penambahan kapal untuk mengatasi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat distribusi logistik dari Jawa menuju Bali hingga Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk menambah armada kapal yang melayani penyeberangan.
Menurut Nyono, antrean terjadi karena kapasitas layanan penyeberangan tidak sebanding dengan meningkatnya volume kendaraan logistik. Di sisi lain, operasional sejumlah kapal dan dermaga juga mengalami penyesuaian akibat pembangunan serta peningkatan kapasitas dermaga di Ketapang dan Gilimanuk.
Di Ketapang, jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari sembilan menjadi delapan kapal. Sementara di Gilimanuk, dari tujuh kapal hanya enam yang beroperasi. Kondisi tersebut membuat waktu tunggu kapal untuk bersandar meningkat. Dampaknya, antrean kendaraan menuju pelabuhan semakin panjang.
Persoalan semakin berat karena volume kendaraan logistik dari Jawa menuju Bali disebut meningkat sekitar 19 persen. Kantong-kantong parkir yang tersedia akhirnya tidak mampu menampung seluruh kendaraan.
Antrean tidak hanya berdampak pada pengguna jasa penyeberangan. Distribusi barang menuju Bali dan wilayah Nusa Tenggara Timur juga ikut terganggu.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub Jatim menyiapkan sejumlah alternatif. Selain meminta tambahan kapal, Dishub mendorong penerapan sistem tiba, bongkar, dan berangkat di Pelabuhan Gilimanuk agar waktu kapal berada di dermaga bisa dipangkas.
Dishub Jatim juga mengusulkan penambahan empat kapal pada lintasan Jangkar-Lembar. Pengoperasian kapal bermesin ganda dari Jangkar menuju Ketapang juga akan dioptimalkan untuk membantu mengangkut logistik tujuan Bali.
Selain itu, aktivitas kapal pada lintasan Jangkar-Celukan Bawang akan ditingkatkan. Jalur tersebut diarahkan untuk mengangkut kendaraan kecil sehingga tidak seluruh arus kendaraan menumpuk di Ketapang-Gilimanuk.
Dengan berbagai skema tersebut, Dishub Jatim berharap antrean kendaraan di Ketapang dapat segera dikurangi dan distribusi logistik menuju Bali serta kawasan Nusa Tenggara kembali lancar. (*)
Editor : A. Ramadhan



















