GRESIK - Penyeberangan Gresik-Bawean kembali beroperasi pada awal September 2026. Angkutan penumpang dan barang kembali dilayani setelah sebelumnya terganggu akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan antara Jawa dan Pulau Bawean.
Sejumlah kapal kembali melayani rute tersebut. Di antaranya Kapal Cepat Bahari Ekspres, Kapal Roro Giliyang, dan KMP Sunan Drajat. Kapolsek KP3 Pelabuhan Gresik AKP Ali Fauzi menyatakan, hari ini ada dua kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean.
"Alhamdulillah, hari ini cuacanya bagus. Ada dua kapal yang beroperasi. Kapal cepat Express Bahari berangkat pukul 10.00 WIB dengan membawa sekitar 200 penumpang. Kemudian pukul 13.00 WIB ada Kapal Giliyang yang juga membawa sekitar 200 penumpang," ujar Ali Fauzi, Sabtu (5/9/2026).
Kembali beroperasinya penyeberangan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi logistik ke Pulau Bawean. Terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Sebelumnya, penghentian pelayaran selama Agustus berdampak pada aktivitas masyarakat Bawean. Sejumlah calon penumpang sempat terlantar karena tidak bisa menyeberang.
Distribusi sembako juga ikut terganggu. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Pelayanan kesehatan turut terdampak karena distribusi obat dan kebutuhan medis ke Bawean menjadi terbatas.
AKP Ali Fauzi mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional kapal menuju Bawean. Cuaca buruk selama bulan Agustus membuat operasional kapal terbtas. Saat itu tercatat hanya tiga kali keberangkatan kapal dari Gresik menuju Bawean.
Kini, dengan kembali dibukanya pelayaran, masyarakat berharap akses transportasi dan distribusi barang dari Gresik menuju Bawean kembali normal. Kelancaran pelayaran juga dinilai penting untuk mencegah krisis kebutuhan pokok di Pulau Bawean. (*)
Editor : A. Ramadhan



















