PROBOLINGGO - Harga cabai rawit di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kenaikan cukup signifikan. Pasca panen raya di sejumlah daerah, harga cabai rawit kini menembus Rp60 ribu per kilogram.
Padahal, beberapa hari sebelumnya harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipicu menipisnya pasokan cabai dari sejumlah daerah pemasok di Jawa Timur.
Pedagang cabai di Pasar Baru, Su'eb (55), mengatakan stok cabai rawit yang masuk ke Kota Probolinggo mulai berkurang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan mendapatkan pasokan.
“Sekarang ini barangnya sedikit. Pasokan dari luar daerah mulai berkurang, jadi kami pedagang juga berebut untuk mendapatkan cabai,” kata Su'eb, Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah daerah pemasok cabai sedang memasuki atau baru melewati masa panen raya. Namun, ketersediaan cabai di tingkat petani mulai menipis, sehingga pengiriman ke sejumlah daerah, termasuk Probolinggo, berkurang.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga cabai rawit di tingkat pedagang.
“Kalau stoknya terus berkurang dan kiriman dari luar tetap sedikit, harganya bisa terus naik. Bahkan bisa saja nanti kembali sampai Rp100 ribu per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Suliyana (66), mengatakan kebutuhan cabai rawit di Pasar Baru kini lebih banyak dipenuhi dari pasokan petani lokal dan kiriman dari Kabupaten Situbondo.
“Sekarang banyak mengandalkan cabai dari petani lokal. Ada dari Patalan, Wonomerto, dan Bantaran. Selain itu, ada juga pasokan dari Situbondo,” katanya.
Menurut Suliyana, pasokan cabai dari sejumlah daerah tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan pasar. Akibatnya, harga cabai rawit masih bertahan tinggi di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Di tengah kenaikan harga cabai rawit, harga cabai merah besar justru mengalami penurunan. Sebelumnya dijual sekitar Rp22 ribu per kilogram, kini harganya turun menjadi Rp18 ribu per kilogram.
Harga tomat juga turun hingga berada di kisaran Rp4 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah masih berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur ras. Harga telur yang sebelumnya dijual Rp22 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.
Pedagang telur di Pasar Baru, Agus Sugiantoro (35), mengatakan kenaikan harga terjadi seiring tingginya permintaan telur.
“Permintaannya memang meningkat. Salah satunya karena kebutuhan telur tetap tinggi, sementara program Makan Bergizi Gratis masih berjalan,” kata Agus.
Menurutnya, harga telur dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami kenaikan secara bertahap. Saat ini, harga jual di tingkat pedagang sudah mencapai Rp26 ribu per kilogram.
Agus mengatakan tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang menjaga harga telur tetap tinggi.
“Dari sebelumnya sekitar Rp22 ribu, sekarang sudah Rp25 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram. Untuk saat ini masih di angka itu,” ujarnya.
Para pedagang memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan jika pasokan dari sejumlah daerah belum kembali normal. Minimnya stok, terutama dari luar Probolinggo, membuat harga salah satu kebutuhan pokok rumah tangga tersebut terus menjadi perhatian masyarakat.
Reporter: Farid Fahlevi
Editor : Iwan Iwe

















