KABUPATEN MALANG - PT PLN (Persero) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung transisi energi bersih, pelestarian lingkungan, dan peningkatan perekonomian masyarakat melalui kegiatan penanaman 10.000 bibit pohon di kawasan Waduk Selorejo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara PLN, pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga tingkat kecamatan, desa, dan dukuh.
General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir menyatakan bahwa kegiatan ini jauh lebih substantif dari sekadar seremoni. "Ini adalah wujud nyata komitmen PLN bersama seluruh level pemerintahan untuk mendukung transisi energi bersih, pelestarian lingkungan, dan yang tak kalah penting adalah membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar," ujarnya dalam sambutan.

Dia menekankan bahwa tugas PLN tidak hanya menghantarkan listrik, tetapi juga memikul amanah negara di bidang sosial dan lingkungan. "Hari ini adalah wujud nyata dari amanah negara kepada kami dalam bentuk kegiatan yang berkontribusi untuk pelestarian lingkungan," tambahnya.
Baca Juga : Perhutani Banyuwangi Raya Bagikan 2026 Pohon Gratis Kepada Warga
Kegiatan penanaman serentak ini, yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, melibatkan 10.000 bibit pohon keras dan produktif, seperti durian, alpukat, dan petai. Penanaman dilakukan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) menuju Kalikonto, di sekitar Waduk Selorejo yang juga menjadi lokasi PLTA Selorejo.
Penanaman pohon ini diharapkan membawa manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, kegiatan ini bertujuan untuk: Menjadi tambahan paru-paru oksigen di kawasan Bendungan Selorejo. Menjaga kelestarian alam dan stabilitas tanah. Menahan laju erosi dan meminimalisir sedimentasi di waduk.
Sementara dari sisi ekonomi, pohon-pohon produktif yang ditanam diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga sekitar dalam 5-6 tahun ke depan. "Karena pohon yang ditanam ini adalah tanaman unik, sehingga nanti bisa dinikmati oleh warga sekitar," harap pria ramah ini.
Baca Juga : Sambut Tahun Baru, Pecinta Alam Indonesia Tanam Pohon Baru Serentak di Jatim

Pemilihan lokasi di Waduk Selorejo sangat strategis. Ahmad Mustaqir menjelaskan bahwa ekosistem lingkungan yang terjaga di sekitar waduk sangat krusial bagi produktivitas PLTA Selorejo, yang memiliki kapasitas 4,5 MW. "Produktivitasnya di atas 50 persen, menunjukkan aliran sungainya stabil sehingga listrik yang dihasilkan juga lebih stabil. Ini sangat mendukung program pemerintah untuk percepatan transisi energi," jelasnya.
PLTA Selorejo berperan penting dalam menyuntikkan listrik ke sistem transmisi 70 kV untuk wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
Baca Juga : Dorong Reforestasi, Banyuwangi Tanam Ratusan Ribu Pohon
Agung Nugroho, Perwakilan Perum Jasa Tirta selaku pengelola Waduk Selorejo juga menyebutkan bahwa kegiatan ini akan membantu menjamin kelestarian alokasi air untuk irigasi di Kabupaten Malang, Jombang, dan Kediri yang bersumber dari waduk tersebut.
PLN menegaskan bahwa program ini tidak akan optimal tanpa sinergi dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Malang dan warga setempat. Ahmad mustaqir berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga dan merawat pohon-pohon ini agar tumbuh dengan baik.
"Apa yang kita tanam hari ini, harapannya bisa terpelihara dengan baik, sehingga membawa manfaat tidak hanya bagi kita di hari ini, tapi juga bagi anak-cucu kita di masa yang akan datang," pungkasnya.(Ams)
Editor : JTV Malang



















