PONOROGO - Plengsengan penahan banjir di aliran Sungai Keyang, di Desa Demangan, Kecamatan Siman, Ponorogo, ambrol, pada Kamis (29/1/2026) siang.
Material plengsengan yang ambrol menutup total aliran di sungai. Tak hanya itu, belasan rumah warga terancam terdampak banjir. Sejumlah warga pun terpaksa mengungsi saat hujan deras mulai turun.
Agung Kuncoro, warga setempat, mengatakan plengsengan sebenarnya sudah ambrol sejak satu bulan lalu.
"Namun kondisinya semakin parah setelah gempa bumi yang terjadi pada Selasa lalu," ujarnya.
Baca Juga : Sekolah Pertama di Bulan Ramadan, Dua SD di Deket Terendam Banjir
Agung mengungkapkan bila masyarakat khawatir akan terjadinya longsor jika terjadi hujan.
“Tingkat risiko banjir itu hampir delapan puluh persen masuk ke Demangan. Rumah-rumah di sini memang terancam, karena jarak dari tanggul ke rumah hanya sekitar empat meter. Kalau banjir pasti meluap. Saat hujan, kami yang tinggal di sekitar longsoran ini selalu was-was dan siap mengungsi," ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan belas rumah warga terancam banjir akibat luapan dari Sungai Keyang.
Baca Juga : Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Warga Sebut Terbesar Sepanjang 2026
Sementara itu, Soimun selaku Ketua RT menuturkan bahwa kerusakan tersebut telah terjadi sekitar satu bulan lalu, kemudian disusul dengan kerusakan lainnya. Ditambah setelah adanya gempa di wilayah itu kondisinya semakin parah. Dampaknya ada pada rumah warga yang terancam. Selain itu, aliran sungai juga tertutup material plengsengan dan bambu.
Pihak RT mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pemerintah desa. Namun hingga kini, belum ada peninjauan langsung dari dinas terkait. (cahya fitra sava ardhiani)
Baca Juga : Banjir Tak Terduga Terjang Balung Jember, Relawan Evakuasi Lansia dan Penderita Stroke
Editor : M Fakhrurrozi



















