LUMAJANG - Banjir lahar dingin Gunung Semeru yang sebelumnya menerjang wilayah aliran Sungai Regoyo dilaporkan mulai surut pada Minggu (7/12/2025) pagi. Surutnya aliran lahar ini memberi kesempatan bagi petugas gabungan untuk memasuki kembali wilayah Dusun Sumberlangsep, Deso Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang yang sebelumnya terisolir.
Setibanya di lokasi, tim langsung mengevakuasi sejumlah lansia dan penyandang disabilitas yang mengungsi ke perbukitan. Evakuasi dilakukan dengan menandu korban melewati aliran Sungai Regoyo yang masih cukup deras.
Dalam proses penyelamatan itu, petugas harus melintasi daerah aliran sungai (DAS) sejauh sekitar 100 meter sambil menjaga keseimbangan di tengah material lahar yang terus bergerak. Para lansia dan penyandang disabilitas kemudian dibawa ke Kantor Desa Jugosari untuk mendapatkan penanganan awal sambil menunggu dijemput keluarga.
"Kami mengevakuasi lansia penyandang disabilitas dan warga dengan gangguan fisik, termasuk yang mengalami stroke. Mereka kami prioritaskan untuk segera dibawa ke balai desa atau posko pengungsian, sebelum ditangani tim medis yang sudah bersiap di Lokasi," terang Dedik, tim Kesehatan.
Baca Juga : Petugas Evakuasi Lansia dan Disabilitas dari Dusun Sumberlangsep yang Terisolir Banjir Lahar Semeru
Dedik mengungkapkan tim gabungan masih menyisiri beberapa titik kumpul warga di area perbukitan untuk memastikan tidak ada warga rentan yang tertinggal.
"Di dusun Sumberlangsep masih ada beberapa lansia yang belum dapat dievakuasi, dan kami bersama tim BPBD akan kembali melakukan proses evakuasi berikutnya," imbuhnya.

Sementara itu, sebagian warga lainnya telah mengevakuasi barang-barang berharga dari permukiman mereka sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir susulan.
Dusun Sumberlangsep sebelumnya terisolir sejak Sabtu (6/12/2025) setelah banjir lahar dingin menerjang kawasan tersebut menyusul hujan deras di lereng Semeru.
Material lahar berupa pasir, batu, dan lumpur menutup akses jembatan utama, membuat ratusan warga kesulitan keluar dari dusun dan harus mengungsi ke tempat aman dan bermalam di perbukitan. (*)
Editor : A. Ramadhan



















