SAMPANG - Seorang petani bernama Matdehri (P. Rumyah), warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, tewas setelah menjadi korban penganiayaan berat di area persawahan Dusun Derbing, Selasa (10/3/2026) pagi. Korban meregang nyawa setelah menderita luka tusuk akibat senjata rakitan yang dibawa oleh terduga pelaku.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat korban tengah menggarap sawah miliknya. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Sampang, AKP Puji Eko Waluyo, terduga pelaku berinisial HB (50) tiba-tiba mendatangi korban dengan membawa sebatang bambu yang di ujungnya telah dipasangi sebilah pisau.
Mengetahui kedatangan pelaku, korban sempat berusaha melarikan diri sembari berteriak meminta pertolongan. Namun, setelah berlari sekitar 30 meter, pelaku berhasil mengejar dan memukul korban hingga terjatuh ke tanah. Seorang saksi yang berada di lokasi sempat mencoba melerai, namun pelaku justru mendorong dan membanting saksi tersebut hingga tak berdaya.
“Kronologinya, saat korban berada di sawah, pelaku HB datang membawa bambu yang ujungnya terpasang pisau. Pelaku mengejar korban hingga terjatuh. Setelah saksi yang mencoba melerai dibanting oleh pelaku, terduga pelaku langsung menusukkan bambu tersebut ke bagian dada kiri korban,” jelas AKP Puji Eko Waluyo.
Baca Juga : Nahas! Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Akibat Sabit Miliknya Sendiri
Akibat tusukan senjata rakitan tersebut, korban mengalami luka sedalam dua sentimeter pada dada kiri dekat ketiak. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Robatal, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka fatal yang dideritanya. Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dengan membawa senjata yang digunakan.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berhasil mengamankan terduga pelaku HB beserta barang bukti, termasuk pakaian korban. Hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik aksi penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tersebut. (Ali Muhdor/Nata Renata)
Editor : Iwan Iwe



















