BOJONEGORO - Bahan bakar minyak (BBM) memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Tanpa BBM, aktivitas sehari-hari seperti menuju sekolah, pasar, hingga mengunjungi keluarga akan terhambat. Kehadiran Pertashop, outlet penjualan Pertamina berskala kecil, menjadi solusi bagi masyarakat terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari SPBU.
Salah satunya terlihat pada Pertashop di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang berlokasi di area persawahan dan menjadi jalur penghubung sejumlah kecamatan. Posisi strategis tersebut membuat Pertashop ini tak pernah sepi pembeli.
Petugas Pertashop, Robet, menuturkan bahwa pelayanan dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Pembeli datang dari berbagai arah, mulai dari Kecamatan Kapas hingga Sukosewu.
“Kalau ke arah barat sampai Desa Wedi dan Bangilan masih Kecamatan Kapas. Sebaliknya kalau ke timur dan selatan ke Kecamatan Sukosewu. Banyak yang lalu lalang, apalagi di sini kawasan persawahan, jadi banyak petani yang beli juga,” jelasnya.
Baca Juga : Jadi Tuan Rumah di Bojonegoro, Surabaya Samator Bidik Dua Kemenangan Mutlak di Proliga 2026
Menurut Robet, Pertashop kini menjadi tujuan utama masyarakat karena dianggap lebih menguntungkan dibanding membeli BBM eceran. Dengan harga Rp 12.000 per liter sudah mendapat Pertamax, sementara penjual eceran umumnya masih menjual Pertalite. Bahkan, harga Pertamax di Pertashop disebut lebih murah Rp 100 dibanding SPBU.
Untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang tinggi, stok dikirim setiap tiga hingga empat hari sekali dengan kapasitas sekitar 2.000–3.000 liter dalam satu pengiriman.
Hal senada disampaikan Yanu, salah satu warga yang memilih mengisi BBM di Pertashop. Selain harga yang lebih murah meski selisih kecil, lokasi Pertashop jauh lebih dekat dibanding SPBU.
Baca Juga : Kasus Perceraian di Bojonegoro Naik Tajam di Awal Tahun, di Picu Banyak Perselingkuhan
“Jangkauannya lebih dekat dan lebih murah meski hanya selisih Rp 100,” tuturnya.
Kehadiran Pertashop di jalur persawahan Desa Kedaton bukan hanya memudahkan akses energi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga sekitar. (*)
Editor : Iwan Iwe



















