JOMBANG - Sejumlah Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama berkumpul dalam Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12/2025).
Pertemuan yang dihadiri para kiai sepuh dan Mustasyar PBNU, termasuk Wapres ke-13 RI Ma’ruf Amin secara daring, menghasilkan kesimpulan resmi yang menyoroti dua isu utama, yakni penanganan bencana dan dinamika internal organisasi PBNU.
Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:
A. Sikap atas Musibah Bencana di Berbagai Daerah
Baca Juga : Forum Sesepuh NU Tebuireng Tolak Pemakzulan Gus Yahya dan Serukan Solidaritas Bencana
1. Forum Sesepuh dan Mustasyar NU menyampaikan belasungkawa serta keprihatinan mendalam atas musibah banjir, longsor, dan berbagai bencana lain yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Forum mendoakan agar masyarakat yang terdampak diberi kesabaran, ketabahan, keselamatan, serta segera mendapatkan pertolongan yang mereka butuhkan. Semoga Allah SWT berkenan mengangkat segala musibah ini.
2. Forum mengharapkan pemerintah melakukan upaya maksimal dan optimal dalam memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
3. Forum memohon pemerintah mengambil langkah strategis dan antisipatif untuk mencegah terjadinya bencana serupa di kemudian hari, termasuk menindak tegas pihak-pihak—baik individu maupun korporasi—yang terbukti menyalahi aturan dalam mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan keseimbangan lingkungan.
Baca Juga : Sapi Kurban Ponpes Tebuireng Jombang Ngamuk Hingga Tercebur ke Sungai
4. Forum mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk saling bahu membahu serta terlibat aktif dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana.
B. Sikap atas Dinamika Organisasi di PBNU
1. Forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.
Baca Juga : Ribuan Santri Ponpes Tebuireng Jombang Mudik ke Kampung Halaman
2. Meski demikian, forum juga melihat adanya informasi kuat terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.
3. Forum merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi.
4. Forum Sesepuh mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan. Forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam’iyyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa.
Pernyataan sikap ini menegaskan kembali posisi para kiai sepuh dan mustasyar sebagai penyangga moral organisasi, sekaligus penggerak solidaritas sosial menghadapi bencana nasional. (*)
Editor : A. Ramadhan



















