Menu
Pencarian

Persaingan SNBT 2026 di Jawa Timur Makin Ketat, Strategi dan Mental Jadi Penentu

Portaljtv.com - Rabu, 8 April 2026 16:26
Persaingan SNBT 2026 di Jawa Timur Makin Ketat, Strategi dan Mental Jadi Penentu
Persaingan SNBT 2026 di Jawa Timur Makin Ketat, Strategi dan Mental Jadi Penentu

SURABAYA - Persaingan untuk menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Jawa Timur diprediksi semakin ketat. Dibahas dalam program diskusi "Dialog Khusus" yang tayang di JTV pada Senin (06/04/26), provinsi ini kembali menjadi magnet utama bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia, seiring banyaknya perguruan tinggi negeri (PTN) favorit yang berada di wilayah tersebut.

Dengan jumlah peserta secara nasional yang diperkirakan menembus 1 juta orang, sementara daya tampung PTN relatif terbatas, para pejuang SNBT dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cermat dalam menyusun strategi pemilihan program studi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Nurul Widiastuti, mengungkapkan bahwa minat siswa untuk mendaftar ke perguruan tinggi terus meningkat setiap tahunnya. Namun, daya tampung yang dibatasi secara nasional membuat persaingan semakin ketat.

“Peningkatan jumlah mahasiswa itu sekarang dibatasi, sehingga tidak banyak penambahan kuota di setiap program studi,” ujarnya.

Baca Juga :   Jadi Penyebab Banjir, Puluhan Bangunan Liar di Semambung Driyorejo Dibongkar Paksa

Ia juga menegaskan bahwa Jawa Timur masih menjadi daerah dengan tingkat persaingan tertinggi secara nasional selama beberapa tahun terakhir. Tingginya jumlah pendaftar dan tingkat kelulusan menunjukkan kualitas pendidikan yang baik, namun di sisi lain juga memperketat peluang masuk bagi calon mahasiswa.

Senada dengan itu, Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Airlangga, Achmad Solihin, menyebut bahwa jumlah peminat di kampusnya terus meningkat setiap tahun. Pada 2025, jumlah pendaftar mencapai sekitar 76 ribu orang, sementara daya tampung terbatas. “Kalau peminat bertambah sementara daya tampung tetap, maka keketatan pasti meningkat,” jelasnya.

Beberapa program studi favorit seperti Kedokteran masih menjadi primadona dengan tingkat keketatan sangat tinggi. Pada tahun sebelumnya, prodi ini hanya menerima sekitar 2,8 persen dari total pendaftar.

Baca Juga :   Berbenah di Tengah Sorotan, Mikutopia Tunjukkan Kontribusi Lewat Setoran Pajak Ratusan Juta

Strategi Baru, Tantangan Baru

SNBT 2026 juga menghadirkan kebijakan baru, yakni peserta dapat memilih hingga empat program studi dengan kombinasi akademik dan vokasi. Kebijakan ini dinilai membuka peluang lebih luas, namun juga menuntut strategi yang lebih matang.

Menurut Prof. Nurul, aturan ini menjadi peluang bagi program vokasi untuk menarik lebih banyak peminat berkualitas. Namun, masih banyak peserta yang menjadikan vokasi sebagai pilihan alternatif, bukan prioritas utama.

Baca Juga :   Hujan Guyur Jawa Timur Hari Ini, BMKG Imbau Sejumlah Wilayah Waspada Potensi Petir

“Padahal vokasi itu fokus pada keterampilan dan kesiapan kerja yang lebih tinggi,” tambahnya.

Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof. Warsono, menilai persoalan utama bukan hanya pada sistem seleksi, tetapi juga pola pikir masyarakat dalam memilih jurusan. “Sering kali anak dan orang tua tidak memahami potensi diri. Akibatnya, banyak yang salah memilih jurusan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemetaan minat dan bakat sejak dini agar siswa dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan karier.

Baca Juga :   Awal Pekan, Mayoritas Jawa Timur Berpeluang Diguyur Hujan Ringan hingga Potensi Petir

Tekanan Tinggi, Perlu Persiapan Matang

Tingginya tingkat persaingan juga berpotensi menimbulkan tekanan bagi peserta. Oleh karena itu, kesiapan mental menjadi hal yang tidak kalah penting selain kemampuan akademik.

Peserta diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal, mulai dari memahami lokasi ujian, menjaga kesehatan, hingga mengatur strategi pengerjaan soal. Hal-hal teknis seperti keterlambatan atau kurangnya informasi lokasi ujian bisa berdampak besar terhadap performa saat tes.

Baca Juga :   Cuaca Jawa Timur Dominan Cerah Berawan, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan

Selain itu, orang tua juga diharapkan berperan sebagai pendukung, bukan pemberi tekanan. Pendampingan yang tepat dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam menentukan pilihan.

Bukan Satu-satunya Jalan

Meski SNBT menjadi salah satu jalur utama masuk PTN, para narasumber sepakat bahwa kegagalan di jalur ini bukanlah akhir. Masih terdapat berbagai alternatif lain, seperti jalur mandiri maupun perguruan tinggi swasta.

Menurut Prof. Warsono, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh institusi, tetapi juga oleh motivasi dan kesungguhan individu. “Yang penting bukan di mana kuliahnya, tapi bagaimana seseorang mengembangkan potensi dirinya,” tegasnya.

Dengan persaingan yang semakin ketat, SNBT 2026 menjadi ajang pembuktian tidak hanya bagi kemampuan akademik, tetapi juga kematangan strategi dan kesiapan mental para calon mahasiswa. (Amellia Ciello)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.