Menu
Pencarian

Sering Rebahan Setelah Makan? Ternyata Bukan Bikin Gemuk, Ini Dampaknya

Portaljtv.com - Rabu, 1 April 2026 11:30
Sering Rebahan Setelah Makan? Ternyata Bukan Bikin Gemuk, Ini Dampaknya
Rebahan setelah makan bisa langsung membuat berat badan naik?

 Anggapan bahwa rebahan setelah makan bisa langsung membuat berat badan naik masih banyak dipercaya masyarakat Indonesia. Kebiasaan ini kerap dianggap sebagai penyebab utama tubuh menjadi gemuk, terutama ketika seseorang langsung berbaring setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Namun, benarkah hal tersebut terjadi secara instan?

Dokter sekaligus edukator kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Tirta, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, proses tubuh dalam mengolah makanan tidak sesederhana langsung berubah menjadi lemak hanya karena posisi tubuh setelah makan.

Ia menjelaskan bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh harus melalui serangkaian proses pencernaan yang cukup panjang. Dimulai dari mulut, makanan akan masuk ke lambung untuk diolah selama beberapa jam sebelum akhirnya menuju usus untuk proses penyerapan nutrisi. Seluruh proses ini, kata Tirta, bisa memakan waktu sekitar 6 - 8 jam hingga benar-benar diserap oleh tubuh.

"Jadi ketika kamu habis makan terus rebahan lalu langsung gendut, itu tidak seperti itu prosesnya," ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti kebiasaan rebahan setelah makan sepenuhnya aman. Alih-alih menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung, kebiasaan ini justru berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu kondisi yang dapat muncul adalah Dispepsia, yakni gangguan pada lambung yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut, seperti kembung, mual, hingga nyeri.

Selain itu, posisi tubuh yang langsung horizontal setelah makan juga dapat memicu Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung naik. Hal ini terjadi karena ketika seseorang berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap berada di bawah. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada atau yang dikenal sebagai heartburn.

"Karena gravitasi, saat tubuh rebahan posisi jadi horizontal. Ini bisa menyebabkan refluks, perut terasa penuh, hingga memicu dispepsia dan GERD," jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa larangan rebahan setelah makan sebenarnya lebih berkaitan dengan kesehatan sistem pencernaan dibandingkan dengan kekhawatiran akan kenaikan berat badan. Berat badan sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jumlah kalori yang dikonsumsi, pola makan secara keseluruhan, hingga tingkat aktivitas fisik.

Para ahli kesehatan umumnya menyarankan untuk memberi jeda waktu sekitar 2-3 jam sebelum berbaring atau tidur setelah makan. Selama jeda tersebut, tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan lebih optimal, sehingga risiko gangguan pencernaan dapat diminimalkan.

Dengan demikian, kebiasaan rebahan setelah makan bukanlah penyebab langsung kenaikan berat badan. Namun, menjaga pola hidup sehat tetap penting dilakukan, termasuk mengatur waktu makan dan aktivitas setelahnya. Bukan soal menjadi gemuk atau tidak, tetapi bagaimana tubuh tetap nyaman dan terhindar dari gangguan kesehatan. (Mamluatus Salimah)

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.