SURABAYA - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menggelar serangkaian kegiatan yang sarat akan nilai kebangsaan dan kekayaan budaya di Lapangan Upacara AMN Surabaya, Rabu (28/10).
Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom. Upacara ini diikuti oleh seluruh elemen AMN Surabaya, mulai dari jajaran pegawai hingga mahasiswa penghuni asrama, dengan total 442 peserta.
Suasana upacara tampak istimewa karena seluruh peserta dan jajaran pegawai mengenakan pakaian adat khas dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman busana yang dikenakan menghadirkan gambaran miniatur Indonesia di lingkungan AMN Surabaya, mencerminkan kekayaan suku, budaya, dan tradisi yang berpadu dalam semangat persatuan.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Kemajemukan yang ada di lingkungan AMN Surabaya menjadi cerminan bahwa perbedaan budaya bukanlah pemisah, melainkan kekayaan dan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Baca Juga : Perkuat Toleransi, 450 Mahasiswa AMN Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama
Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.
“Keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga dan dirawat bersama. Melalui lingkungan AMN Surabaya, mahasiswa dari berbagai daerah dapat belajar untuk saling menghargai, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan sebagai generasi penerus Indonesia,” ujarnya.

Kemeriahan Lomba Fashion Show Pakaian Adat Nusantara
Setelah pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Fashion Show Baju Adat Nusantara yang berlangsung meriah. Sebanyak 13 kelompok perwakilan peserta tampil anggun dan gagah mengenakan beragam busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kelompok juga didampingi seorang narator yang bertugas menyampaikan filosofi, keunikan, serta sejarah pakaian adat yang diperagakan.
Kompetisi berlangsung dengan penuh antusiasme. Penilaian dilakukan berdasarkan keharmonisan peragaan busana serta kejelasan dan kedalaman penyampaian narasi oleh narator. Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan penampilan peserta, panitia menetapkan pemenang untuk kategori Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 Pakaian Adat Terbaik, serta penghargaan Best Narrator.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan fashion show pakaian adat Nusantara menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Melalui peragaan busana yang disertai penjelasan mengenai filosofi dan sejarahnya, peserta diajak memahami bahwa setiap pakaian adat memiliki nilai budaya dan identitas yang patut dihargai.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman mahasiswa AMN Surabaya. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang mengajarkan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, AMN Surabaya berharap semangat persatuan dan nasionalisme terus tumbuh dalam diri seluruh mahasiswa. Tidak hanya menjadi peringatan seremonial, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya, menghargai perbedaan, serta mempererat persaudaraan antarsuku demi mewujudkan Indonesia yang harmonis dan bersatu. (*)
Editor : Iwan Iwe























