Persaingan dalam ajang Content Creator Challenge 2026 yang disponsori oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berlangsung ketat hingga penentuan pemenang. Setelah melalui serangkaian proses kurasi, seleksi karya, dan rapat pleno dewan juri, enam kreator terbaik resmi ditetapkan sebagai juara pada kategori Artificial Intelligence (AI) dan Animasi.
Kompetisi tingkat nasional yang mengusung tema “Sawit Untuk Siapa?” dengan subtema “Sawit adalah Budi Daya Bukan Sumber Daya Alam” ini menarik perhatian ratusan kreator dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan informasi mengenai industri kelapa sawit melalui pendekatan kreatif dan inovatif.
Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya ajang ini sebagai terobosan komunikasi publik industri sawit nasional.
“Industri sawit Indonesia membutuhkan narasi positif yang berbasis fakta dan dibangun oleh generasi muda. Ajang Content Creator Challenge 2026 ini menunjukkan bahwa edukasi publik tidak harus kaku. Bersama BPDP, GAPKI berkomitmen untuk terus merangkul anak muda, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan animasi agar mereka memahami bahwa kelapa sawit adalah produk budi daya berkelanjutan yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa,” tegas Ketua Umum GAPKI.
Ajang ini menghadirkan pertarungan kreativitas berkonsep Dual-Engine Battle (Generative AI & Motion Graphics) untuk menyajikan data agrikultur secara relevan bagi Generasi Z. Dukungan BPDP sebagai sponsor utama mencerminkan komitmen lembaga dalam mengelola dana sawit secara berkelanjutan dari hulu ke hilir. Keberlanjutan industri ini terus diperkuat melalui program strategis BPDP yang mencakup Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan riset agrikultur, beasiswa SDM perkebunan, serta promosi dan edukasi publik.
556 Karya Ikuti Content Creator Challenge 2026
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah karya yang diterima panitia hingga batas akhir pendaftaran. Tercatat sebanyak 556 karya masuk dalam kompetisi ini, terdiri atas 509 karya dari kategori AI dan 47 karya dari kategori Animasi.
Partisipasi tersebut melibatkan 164 kelompok kampus serta 392 peserta dari kategori umum. Capaian ini menunjukkan tingginya minat kreator muda untuk mengangkat isu kelapa sawit Indonesia melalui konten digital.
Ketua Bidang Perkebunan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), R. Azis Hidayat, mengapresiasi tingginya partisipasi anak muda yang mampu menerjemahkan isu teknis perkebunan menjadi konten yang komunikatif.
Dari ratusan karya yang diterima, tim kurator dan juri seleksi awal menyaring peserta hingga diperoleh 10 finalis terbaik pada masing-masing kategori, disertai sejumlah karya unggulan yang dinilai memiliki potensi.
““Kami di GAPKI sangat bangga melihat 556 karya yang masuk. Ini membuktikan bahwa generasi muda sebenarnya sangat peduli dan kreatif dalam memahami industri sawit. Melalui pendekatan AI dan animasi, para kreator mampu menyampaikan pesan kunci bahwa sawit adalah produk budi daya yang berkelanjutan, bukan sekadar mengeruk sumber daya alam. Dari ratusan karya ini, tim juri melakukan penyaringan ketat hingga mendapatkan yang terbaik di tiap kategori, yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga tepat secara data,” ujar Azis Hidayat saat menyampaikan laporan pleno penetapan pemenang.,” ujar Azis Hidayat saat menyampaikan laporan penutup rapat pleno.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, meliputi akurasi data yang merujuk pada sumber resmi GAPKI dan BPDP, ketajaman pesan, kreativitas visual, serta kualitas eksekusi teknis.
Pada kategori AI, aspek teknis turut mencakup kemampuan prompt engineering dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan generatif. Sementara itu, kategori Animasi menitikberatkan pada kemampuan bercerita (storytelling), desain visual, dan penyampaian pesan melalui animasi.
Penjurian Ketat, Kandidat Kategori AI Didiskualifikasi
Rapat pleno penentuan dan penetapan juara digelar pada Selasa (20/10/2026), pukul 16.00–17.50 WIB. Penilaian akhir melibatkan tujuh dewan juri dari unsur industri, media, dan akademisi.
Dari unsur GAPKI, dewan juri diwakili oleh Tatang Somantri, R. Azis Hidayat, Bandung, Satrija, dan Edi Suhardi. Sementara dari unsur media diwakili Robert Oliviandi dan unsur akademisi oleh Zulhaydar Akbar.
Perwakilan dewan juri, Robert Oliviandi, menegaskan bahwa akurasi fakta dan kesesuaian narasi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pemenang. Menurutnya, kreativitas visual tidak dapat dipisahkan dari kebenaran informasi yang disampaikan kepada publik.
“Kompetisi ini tidak hanya melihat keindahan visual hasil rakitan mesin AI, tetapi juga kebenaran substantif. Pada Kategori AI, kami menemukan ketidaksesuaian data dan fakta pada kandidat awal. Oleh karena itu, dewan juri sepakat untuk mendiskualifikasi kandidat tersebut dan melakukan penyesuaian peringkat secara adil demi menjaga integritas kompetisi,” tegas Robert.
Keputusan tersebut membuat susunan peringkat kategori AI disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi akhir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penetapan juara tetap mengacu pada ketentuan dan integritas penilaian.
Berbeda dengan kategori AI, hasil rekapitulasi nilai pada kategori Animasi sejalan dengan hasil peninjauan karya. Seluruh dewan juri sepakat mempertahankan urutan pemenang berdasarkan perolehan poin tertinggi.

Daftar Juara Content Creator Challenge 2026 Kategori AI dan Animasi
Berdasarkan keputusan final dewan juri, berikut daftar pemenang Content Creator Challenge 2026 untuk kategori AI dan Animasi.
Kategori Artificial Intelligence (AI)
1. Juara 1: Apriyadi – Universitas Maritim Raja Ali Haji
Judul karya: Sawit Untuk Siapa? Menelusuri Manfaat di Balik Setiap Tandan
2. Juara 2: Imam Iksan Bilnazari – Institut Teknologi Sawit Indonesia
Judul karya: 1 Hektar, Sejuta Manfaat
3. Juara 3: Kentsean Lawrence – Politeknik Internasional Bali
Judul karya: Satu Buah Banyak Jawaban
Kategori Animasi
1. Juara 1: Michael Pelihara – Universitas Airlangga
Judul karya: Sawit Dekat dengan Kita
2. Juara 2: Nayla Sabitha – Universitas Negeri Surabaya
Judul karya: Yang Bertumbuh akan Terus Bertumbuh
3. Juara 3: Giezka Ghuevara Nova Arengga– Politeknik Negeri Madiun
Judul karya: Miskonsepsi Sawit, Antara Mitos dan Fakta Nyata
Keenam pemenang tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan sesuai tema kompetisi melalui pendekatan kreatif di bidang kecerdasan buatan dan animasi.
Perebutan Juara Favorit Netizen Berlangsung 23–26 Oktober 2026
Meski juara utama telah ditetapkan, rangkaian Content Creator Challenge 2026 masih berlanjut melalui pemilihan Juara Favorit Netizen.
Video karya para pemenang akan diunggah melalui akun Instagram @jtv_rek dan TikTok @officialjtvrek serta akun instagram resmi GAPKI pada 23-26 Oktober 2026.
Penentuan Juara Favorit Netizen dilakukan dengan menggabungkan dua komponen penilaian. Social engagement atau keterlibatan audiens menyumbang 60 persen, yang mencakup jumlah suka (likes), bagikan (shares), dan simpan (saves). Adapun relevansi komentar memiliki bobot 40 persen.
Melalui skema tersebut, panitia tidak hanya mempertimbangkan tingginya interaksi, tetapi juga kualitas diskusi yang berkembang di ruang digital, khususnya terkait fakta dan informasi mengenai industri kelapa sawit.
A/B Testing Hadirkan Giveaway Total Rp2 Juta
Selain pemilihan Juara Favorit Netizen, di Content Creator Challenge 2026 ini juga disiapkan pengujian publik melalui mekanisme A/B testing pada 24–29 Oktober 2026.
Program ini bertujuan mengukur efektivitas penyampaian pesan melalui karya berbasis AI dan Animasi ketika ditampilkan secara langsung kepada audiens media sosial. Pengujian dilakukan dengan membandingkan daya tarik visual, kekuatan narasi, serta keterbacaan pesan dari kedua pendekatan kreatif tersebut.
A/B testing akan dilaksanakan melalui fitur jajak pendapat interaktif (polling) di akun Instagram @jtv_rek. Audiens dapat berpartisipasi dengan memberikan suara dan menyampaikan komentar yang relevan selama periode pengujian berlangsung.
Untuk meningkatkan partisipasi publik, disediakan hadiah dengan total nilai Rp2.000.000 bagi 10 pemenang yang beruntung. Hadiah tersebut ditujukan kepada peserta yang aktif mengikuti pemungutan suara dan memberikan komentar berbobot sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia.
Melalui rangkaian kompetisi, pemilihan favorit netizen, dan A/B testing, Content Creator Challenge 2026 tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para kreator, tetapi juga sarana untuk menguji pendekatan komunikasi digital dalam menyampaikan informasi mengenai kelapa sawit Indonesia kepada masyarakat luas.(*)
Editor : Guntur Nara























