SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan persiapan Lomba Kampung Pancasila 2026. Program yang digagas untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong ini rencananya akan melibatkan seluruh pengurus RT dan RW se-Kota Surabaya mulai pertengahan September 2026.
Persiapan lomba tersebut dipaparkan langsung oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila Kota Surabaya Irvan Widyanto yang juga menjabat Kepala BPBD Kota Surabaya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup M. Fikser, Kepala Brida Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, pimpinan OPD terkait, serta tim media partner (Jawa Pos, JTV, dan Radar Surabaya) di hadapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Lomba Kampung Pancasila dihadirkan sebagai wadah untuk menerapkan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui empat pilar utama: lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kampung Pancasila bukan sekadar teori atau formalitas saat upacara, melainkan langkah nyata warga dalam menjalankan nilai Pancasila.
"Dadi perbandingan Kampung Pancasila iki, kampung sing iso ngelakono sila-sila nang Pancasila. Sila kesiji sampai sila kelima. Duduk teori, duduk mek diucapno nang waktu upacara," ujar Eri Cahyadi.
Eri mencontohkan penerapan konkret di lapangan. Pada pilar lingkungan, warga diajak aktif melakukan pemilahan sampah di masing-masing RW guna mengurangi beban biaya pengelolaan sampah kota.
"Lek awak dewe iki nang Kampung Pancasila iso milah sampah untuk njogo lingkungan, biaya sampah sing dipilah dadi mudun. Biaya pemutihan Pemkot terhadap sampah iku iso kurang, digawe opo sisane duit ke? Pendidikan gratis, sekolah gratis," jelasnya.
Sementara pada pilar sosial budaya, program ini memastikan kepedulian antartetangga tetap terjaga, seperti memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di lingkungannya.
"Ojo sampai nang kono ono arek sing gak iso sekolah tapi awak dewe meneng wae dadi warga, dadi tangga. Nah iki kudu dimunculno rasa sosiale," tambah Eri.
Untuk penilaian, pemkot menyiapkan tim dewan juri yang terdiri dari perwakilan OPD, akademisi, organisasi masyarakat, praktisi, hingga media. Pemkot Surabaya juga menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah, dengan hadiah juara pertama mencapai Rp30 juta untuk tiga RW terbaik.
Mengakhiri keterangannya, Eri Cahyadi mengajak seluruh pengurus RW dan warga Surabaya untuk berpartisipasi aktif membangun kotanya masing-masing.
"Ayo rek, kabeh warga Surabaya, kabeh RW kudu melu. Iso ngubah RW-ne, ngubah kampunge dewe-dewe. Awak dewe sing duwe Surabaya, duduk Wali Kota sing iso ngubah Surabaya, tapi warga Surabaya sing iso ngubah. Wali Kota sejatine nang Surabaya ya warga Surabaya," tegas Eri. (*)
Editor : Iwan Iwe



















