PROBOLINGGO - Ulah seorang pemuda yang diduga mabuk minuman keras membuat resah warga di Jalan Supriadi, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, tepatnya di belakang pabrik garmen Eratex Djaja, Jumat (10/7) malam. Pemuda tanpa identitas itu mengamuk sambil berteriak-teriak, merusak pagar rumah warga hingga peralatan milik pedagang kaki lima.
Aksi pemuda bertubuh gemuk tersebut sontak mengundang perhatian warga. Karena khawatir amukannya semakin membahayakan, warga akhirnya melaporkan kejadian itu melalui layanan Call Center 112 Polres Probolinggo Kota.
Tak lama berselang, anggota Satsabhara Polres Probolinggo Kota tiba di lokasi. Saat didatangi petugas, pemuda yang belakangan diketahui berasal dari Kabupaten Lumajang itu masih terus berteriak dan mengoceh dengan ucapan yang tidak jelas.
Petugas sempat berupaya menenangkan dan mengajaknya berkomunikasi. Namun, pria tersebut tetap mengamuk sehingga dikhawatirkan melukai dirinya sendiri maupun warga di sekitar lokasi.
Karena kondisinya tak kunjung terkendali, polisi akhirnya mengambil tindakan dengan mengikat kedua tangannya untuk sementara. Petugas juga beberapa kali mengguyur tubuhnya dengan air dan memberinya minum hingga emosinya mulai mereda.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, IPTU Zainullah, mengatakan laporan pertama diterima dari masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi seorang pemuda yang mengamuk di kawasan Jalan Supriadi.
"Kami menerima laporan melalui Call Center 112 terkait adanya gangguan kamtibmas di Jalan Supriadi. Anggota Satsabhara langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar IPTU Zainullah.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang pemuda dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman keras sedang membuat keributan dan merusak sejumlah fasilitas milik warga.
"Benar, saat anggota datang, yang bersangkutan masih mengamuk, berteriak-teriak, dan sulit diajak berkomunikasi. Demi keselamatan masyarakat dan dirinya sendiri, petugas mengamankannya," jelasnya.
Menurut Zainullah, polisi menduga pemuda tersebut sebelumnya berpesta minuman keras bersama teman-temannya. Namun, saat kondisinya tak terkendali, ia diduga ditinggalkan oleh rombongannya.
"Dugaan sementara yang bersangkutan ditinggal teman-temannya setelah tidak bisa mengendalikan emosi akibat pengaruh minuman keras," katanya.
Ia menambahkan, tindakan mengikat tangan dan mengguyur tubuh pemuda itu dilakukan semata-mata untuk meredakan emosinya agar situasi tetap aman.
"Anggota berusaha menenangkan yang bersangkutan. Karena masih terus mengamuk dan tidak bisa diajak komunikasi, dilakukan langkah pengamanan agar tidak membahayakan siapa pun," imbuh IPTU Zainullah.
Saat ini pemuda tersebut masih berada di Mapolres Probolinggo Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga akan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan pagar rumah warga dan perlengkapan dagang pedagang kaki lima yang dirusaknya.
"Yang bersangkutan masih kami periksa. Selain pendataan identitas, kami juga mendalami kerusakan yang ditimbulkan untuk proses lebih lanjut," pungkas IPTU Zainullah. (")
Editor : A. Ramadhan

















