JEMBER - Forum yang berlangsung di Kantor OJK Jember ini dihadiri jajaran Pemkab Jember, Bank Indonesia, OJK, serta pimpinan perbankan, mulai dari bank Himbara, BPD, hingga bank swasta.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jember. Terlebih, pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Jember mencapai 6,38 persen, tertinggi di wilayah Sekarkijang.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan industri perbankan diperlukan agar kebijakan pembiayaan dapat lebih selaras dengan program pembangunan daerah. Sektor perbankan diharapkan tidak hanya berperan dalam penyaluran kredit, tetapi juga turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai peran perbankan sangat strategis dalam memperkuat sektor riil. Menurutnya, selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan dana pihak ketiga dan kredit investasi sehingga akses pembiayaan dapat mendorong pertumbuhan usaha sekaligus menekan angka kemiskinan.
Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah agenda pembangunan yang membutuhkan dukungan investasi. Di antaranya penyempurnaan tata ruang, penataan lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta pengembangan proyek pengelolaan sampah. Total nilai investasi yang dibidik diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 triliun rupiah pada akhir tahun.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Jember, OJK, Bank Indonesia, dan perbankan berkomitmen membangun forum komunikasi secara berkala. Forum ini diharapkan mampu mempermudah koordinasi, membuka akses pembiayaan, memfasilitasi kebutuhan investor, serta mempercepat realisasi program yang berdampak langsung terhadap perekonomian Jember.
Editor : JTV Jember



















