Menu
Pencarian


Pemilu Israel Digelar, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Portaljtv.com - Selasa, 27 Oktober 2026 18:47
Pemilu Israel Digelar, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
Ilustrasi pemungutan suara dalam pemilihan umum legislatif Israel. (Foto: Istimewa)

TEL AVIV - Pemilu kali ini merupakan pemilihan legislatif pertama Israel sejak serangan Hamas pada Selasa (7/10/2023) yang memicu perang di Jalur Gaza serta memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konfrontasi dengan Hizbullah di Lebanon dan Iran.

Sebanyak 7,3 juta warga Israel memiliki hak pilih untuk menentukan komposisi 120 kursi parlemen atau Knesset. Mereka mencakup sekitar 1,2 juta warga keturunan Palestina dan lebih dari 500 ribu pemilih pemula.

Netanyahu Hadapi Tekanan Politik

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan untuk mempertahankan kekuasaannya setelah memimpin Israel selama lebih dari 18 tahun dalam tiga periode berbeda. Pemimpin Partai Likud itu mendapat kritik atas kegagalan pemerintahannya mencegah serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) serta penanganan perang yang berlangsung setelahnya.

Baca Juga :   Amnesty Desak AS Bertindak, Minta Netanyahu Ditangkap

Desakan agar pemerintah membentuk komisi penyelidikan independen untuk mengusut kegagalan keamanan turut membayangi kampanye Netanyahu. Ia juga tengah menjalani persidangan kasus korupsi yang telah dibantahnya.

Selain itu, Netanyahu menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Dalam kampanyenya, Netanyahu mengandalkan isu keamanan nasional dan pengalamannya memimpin negara untuk mempertahankan dukungan pemilih.

Gadi Eisenkot Jadi Penantang Utama

Mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot menjadi salah satu penantang utama Netanyahu melalui Partai Yashar. Eisenkot menawarkan perubahan kepemimpinan, akuntabilitas pemerintahan, dan stabilitas politik.

Meski berseberangan dengan Netanyahu dalam persoalan kepemimpinan domestik, Eisenkot tidak mendukung pembentukan negara Palestina merdeka.

Jajak pendapat yang dipublikasikan menjelang pemungutan suara menempatkan Partai Yashar di atas Likud. Yashar diproyeksikan memperoleh 22-23 kursi Knesset, sedangkan Likud diperkirakan meraih 19-21 kursi.

Selain Eisenkot, persaingan politik juga melibatkan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, Yair Lapid, pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, dan pemimpin Yisrael Beiteinu Avigdor Lieberman.

Koalisi oposisi B'Yachad yang dipimpin Bennett dan Lapid diproyeksikan memperoleh 14-15 kursi. Sementara itu, partai-partai yang dipimpin politikus keturunan Palestina diperkirakan meraih 14-16 kursi dan berpotensi memengaruhi pembentukan pemerintahan.

Angka-angka tersebut merupakan proyeksi jajak pendapat sebelum pemilu, bukan hasil resmi penghitungan suara.

Kebuntuan Politik Membayangi Pembentukan Pemerintahan

Persaingan ketat antara kubu Netanyahu dan oposisi membuka kemungkinan terjadinya kebuntuan politik. Untuk membentuk pemerintahan mayoritas, sebuah koalisi harus memperoleh dukungan sedikitnya 61 dari 120 anggota Knesset.

Berdasarkan proyeksi jajak pendapat yang tersedia, koalisi sayap kanan dan kelompok religius pendukung Netanyahu diperkirakan meraih sekitar 50 kursi. Sementara itu, kubu oposisi diproyeksikan memperoleh 52-56 kursi.

Dengan proyeksi tersebut, belum ada kubu yang memiliki jalur pasti untuk mengamankan mayoritas parlemen. Negosiasi dengan partai-partai lain berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan berikutnya.

Setelah hasil pemilu diumumkan, Presiden Israel Isaac Herzog akan berkonsultasi dengan partai-partai terpilih sebelum menugaskan seorang anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan. Penunjukan tersebut mempertimbangkan siapa yang dinilai paling mampu menggalang dukungan mayoritas.

Hasil resmi akhir pemilu dijadwalkan diumumkan paling lambat pada Rabu (4/11/2026). Namun, hasil jajak pendapat cepat atau exit poll yang muncul setelah tempat pemungutan suara ditutup tidak dapat dijadikan patokan akhir karena masih dapat berbeda dari hasil penghitungan resmi.

Pemilu Israel dan AS Jadi Sorotan Dunia

Persaingan politik di Israel berlangsung berdekatan dengan pemilihan umum sela atau midterm elections di Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Selasa (3/11/2026).

Pemilu sela AS akan memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan sekitar sepertiga kursi Senat. Hasilnya akan menentukan keseimbangan kekuatan partai di Kongres selama sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.

Kedua pemilu tersebut menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi hubungan Washington dan Tel Aviv, arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat, serta dinamika konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, dampak geopolitiknya akan bergantung pada hasil pemilu, komposisi pemerintahan yang terbentuk, dan kebijakan yang kemudian diambil oleh para pemimpin terkait. (Tengku Abdillah Ayyub)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.