SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur dalam kondisi aman. Kekosongan BBM dan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditargetkan segera teratasi dengan percepatan distribusi melalui penambahan lebih dari 200 armada truk tangki.
Kepastian tersebut disampaikan Emil saat meninjau Integrated Terminal Pertamina Surabaya di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (19/10/2026). Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, stok BBM Jawa Timur mencapai 60 ribu kiloliter (KL), cukup untuk memenuhi kebutuhan selama enam hari.
"Saat ini secara faktual, cadangan stoknya per tanggal 19 Oktober adalah 60.000 kiloliter, setara dengan kebutuhan enam hari. Insya Allah, berdasarkan data dari Pertamina, stok BBM di Jatim aman hingga akhir Oktober," terang Emil.
Menurut Emil, ketersediaan stok BBM tersebut akan bertambah seiring tibanya kapal pengangkut BBM. Tiga kapal dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak membawa BBM, yang diperkirakan meningkatkan stok menjadi 80.000 KL atau sekitar delapan hari kebutuhan.
Baca Juga : Jelang Ramadhan, Permintaan Gas Melon di Jember Melonjak
Emil menjelaskan, untuk memulihkan distribusi, proses pengisian dan penyaluran BBM kini dioptimalkan selama 24 jam. Aktivitas bongkar muat kapal dan pengiriman menggunakan truk tangki juga terus dilakukan agar pasokan segera menjangkau SPBU yang membutuhkan.
Pertamina mengerahkan lebih dari 200 armada truk tangki, ditambah 20 truk spot charter untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU di berbagai wilayah Jawa Timur. Masing-masing truk memiliki kapasitas angkut 24.000 liter.
"Pihak Pertamina sudah berkomitmen mereka akan berangsur mulai mengupayakan distribusi BBM masuk ke Jatim normal lagi," tegas Wagub.
Dengan tambahan pasokan dari tiga kapal dan pengerahan armada truk tangki, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kekosongan BBM dan antrean di sejumlah SPBU dapat segera teratasi. (*)
Editor : A. Ramadhan























