SIDOARJO - Di tengah keluhan masyarakat mengenai jalan rusak di berbagai wilayah Sidoarjo, seorang relawan bernama Muhammad Suaib memilih untuk tidak tinggal diam. Dengan dana pribadi dan hasil sumbangan warga, ia beserta timnya turun langsung memperbaiki jalan demi keselamatan para pengendara.
Muhammad Suaib dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, ia merupakan pendiri (founder) TV Store di daerah Suko, Sidoarjo, sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan barang elektronik.
Titik Balik Karier dan Bisnis
Sebelum sukses membangun bisnis sendiri, Suaib pernah bekerja di salah satu toko elektronik multinasional di Indonesia. Karena beberapa kendala di tempat kerja, ia memutuskan untuk mengundurkan diri (resign).
Ia kemudian meniti karier dari nol dengan menjual barang elektronik bekas. Barang pertama yang ia jual adalah unit TV bekas. Keuntungan dari penjualan tersebut menjadi titik balik hidupnya. Ia menekuni bisnis tersebut dengan gigih hingga berhasil mendirikan TV Store Sidoarjo seperti sekarang.
Aksi Nyata dari Hati Nurani
Aksi sosial menambal jalan ini dilakukan Suaib hampir setiap malam. Ia menegaskan bahwa gerakan ini lahir murni dari panggilan hati nuraninya untuk melakukan perbaikan sederhana di titik-titik rawan.
“Pasti dari nurani ya. Karena apa yang saya lakukan ini, kalau tidak dari nurani, pasti terasa capek. Capeknya bagaimana? Pertama, kita keluar uang tapi tidak mendapatkan uang. Kedua, tentu menguras tenaga,” ujar Suaib.
Jalan yang berlubang dan sering digenangi air memang kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara motor pada malam hari atau saat musim hujan. Dalam proses perbaikan, Suaib dan tim menggunakan material aspal dan pasir.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan awal berasal dari donatur yang menyumbangkan satu ton aspal. Setelah stok tersebut habis, ia membeli dua ton aspal tambahan menggunakan dana pribadinya.
“Untuk bahan, awalnya ada orang baik yang menyumbang satu ton, setelah itu dua ton saya beli pakai uang pribadi. Secara finansial semua mandiri, namun untuk tenaga dibantu tim relawan dan warga sekitar. Jadi di sini prinsipnya warga membantu warga,” tuturnya.
Fokus pada Keselamatan, Bukan Kritik
Aksi ini sempat viral di media sosial dan mendapat respons positif dari warganet. Meski demikian, ada sebagian orang yang mengira aksi ini merupakan bentuk kritik kepada pemerintah. Suaib dan para relawan menegaskan bahwa langkah ini murni bertujuan untuk menekan angka kecelakaan.
Tujuan utamanya adalah keselamatan masyarakat, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Ia berharap langkah kecil ini dapat membantu menjaga keselamatan pengendara sembari menunggu perbaikan jalan permanen dari pihak berwenang.
Langkah Muhammad Suaib menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat. Ketika keselamatan menjadi prioritas, solidaritas hadir sebagai solusi nyata. (Pasya Aulia)
Editor : Iwan Iwe



















