PROBOLINGGO - Kasus penemuan sesosok mayat perempuan yang membusuk di dalam sumur di area lahan sengon, Dusun Wakaf, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (3/7/2026) siang menemui titik terang. Korban diduga perempuan asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Dugaan ini muncul setelah polisi mendapat laporan bila korban hilang beberapa waktu lalu. Dalam laporannya, korban pergi bersama seorang pria. Terkait dugaan ini, polisi belum berani memastikannya.
"Memang sebelumnya sudah ada laporan orang hilang dari wilayah Bantaran. Perempuan tersebut hingga sekarang belum ditemukan karena diduga dibawa kabur oleh seorang laki-laki. Nomor teleponnya juga sudah tidak aktif, sehingga kami masih melakukan pencarian keberadaannya," ujar Kapolsek Bantaran, AKP Agus Eko Widodo, Jumat (3/7/2026) malam.
Menurutnya, laporan orang hilang tersebut berawal dari pengaduan keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Dalam proses pencarian, sepeda motor milik perempuan tersebut diketahui sempat ditemukan di wilayah Kraksaan.
"Iya, sepeda motornya memang ditemukan di Kraksaan. Namun, kami belum bisa mengaitkan secara langsung dengan penemuan mayat di dalam sumur karena proses identifikasi masih berlangsung," katanya.
Agus menegaskan, kondisi jenazah yang sudah membusuk membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama. Polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan identitas korban.
"Kondisi jenazah sudah mengalami kerusakan karena berada di dalam sumur. Tim Inafis masih melakukan identifikasi. Setelah itu, apabila diperlukan, akan dilakukan tes DNA dan pemeriksaan lainnya. Baru setelah seluruh hasil keluar, kami bisa memastikan identitas korban," jelasnya.
Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai identitas korban sebelum hasil identifikasi resmi diumumkan.
"Untuk sementara saya belum bisa menyatakan bahwa mayat tersebut adalah orang yang dilaporkan hilang. Memang benar ada laporan perempuan hilang yang ciri-cirinya sesuai, tetapi keluarga juga masih terus melakukan pencarian. Jadi kita tunggu hasil identifikasi dari Tim Inafis Polres," tegasnya.
Kapolsek juga mengungkapkan, pihak kelurahan dan perangkat desa telah membantu proses klarifikasi terhadap keluarga perempuan yang dilaporkan hilang.
"Tadi juga sudah dibantu kades dan perangkat desa untuk melakukan klarifikasi. Selanjutnya proses dilakukan di Polres karena penanganan jenazah berada di wilayah Kraksaan. Jadi kami menunggu hasil identifikasi. Saya belum bisa memberikan kepastian karena tim masih bekerja di lapangan," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai informasi terkait identitas korban maupun penyebab kematiannya.
"Kami masih mengumpulkan informasi terlebih dahulu," kata Masykur.
Saat ditanya mengenai dugaan korban merupakan warga Bantaran yang dilaporkan hilang, Masykur belum memberikan kepastian.
"Kami masih mengumpulkan informasi," ujarnya singkat.
Begitu pula ketika disinggung mengenai kemungkinan adanya unsur pembunuhan dalam kasus tersebut, Masykur meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan.
"Nanti dulu, ya. Kami masih mengumpulkan informasi," katanya.
Ia menambahkan, kepolisian akan melakukan gelar perkara setelah seluruh hasil penyelidikan dan identifikasi selesai.
"Iya, nanti akan kami gelar perkara," pungkasnya.
Hingga kini, jenazah masih berada di kamar jenazah rumah sakit untuk kepentingan identifikasi forensik. Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















