Menu
Pencarian


Semeru Kembali Erupsi! Semburkan Kolom Abu Kelabu Setinggi 1.300 Meter

Yongki Nugroho - Jumat, 3 Juli 2026 20:05
Semeru Kembali Erupsi! Semburkan Kolom Abu Kelabu Setinggi 1.300 Meter
Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat (3/7)

LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan memuntahkan kolom abu setinggi 1.300 meter di atas puncak pada Jumat (3/7/2026) siang.

Detik-detik letusan eksotis namun berbahaya ini sempat terekam jelas oleh kamera CCTV milik relawan yang terpasang di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Dalam rekaman tersebut, terlihat kepulan abu vulkanik tebal membubung tinggi dari kawah Jonggring Saloko.

Berdasarkan laporan berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama enam jam terakhir, Gunung Semeru tercatat telah mengalami 11 kali letusan secara visual.

"Tinggi asap letusan bervariasi antara 300 hingga 1.300 meter, dengan warna asap putih hingga kelabu," tulis petugas PVMBG dalam laporan resminya, Jumat (3/7/2026).

Tidak hanya secara visual, aktivitas bawah permukaan Semeru juga terdeteksi cukup intens. Dalam data kegempaan yang dirilis, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami 15 kali gempa letusan, 2 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tektonik jauh. 

Meskipun intensitas erupsi meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memastikan bahwa hingga saat ini belum ada dampak merugikan yang dilaporkan menimpa pemukiman warga.

Kendati demikian, pihak berwenang meminta masyarakat yang beraktivitas di lereng Semeru untuk tidak lengah. Erupsi yang terjadi secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu tumpukan material vulkanik di area puncak yang berpotensi menjadi Awan Panas Guguran (APG).

"Kami mengimbau warga yang beraktivitas di lereng Semeru untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Mengingat aktivitas erupsi secara visual belakangan ini cukup intens, potensi awan panas guguran dari material yang menumpuk bisa terjadi sewaktu-waktu," ujar Tim Pusdalops BPBD Lumajang, Firmansyah.

Sebagai langkah antisipasi cepat, sejumlah personel BPBD Lumajang saat ini telah disiagakan di Pos Pengamatan Curah Koboan. Mereka bertugas memantau situasi secara real-time dan memberikan informasi dini jika terjadi perkembangan visual yang membahayakan.

Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). PVMBG dan BPBD mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan warga dan wisatawan. 

Dimana masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Kemudian di luar jarak 13 kilometer tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Semeru.

Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Gunung Semeru juga diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya lahar dingin, terutama saat wilayah puncak diguyur hujan lebat.

Editor : Bagoes Ri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.