SURABAYA - Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu berhasil mempersembahkan medali emas pada SEA Games 2025 di Bangkok Youth Centre (Thai-Japan), Thailand. Medali emas tersebut dipersembahkan Yuan Jodie Hibatullah yang bertanding di cabang olahraga Hockey Indoor Putra.
Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan nama Yuan sebagai salah satu atlet muda nasional yang tumbuh dari lingkungan kampus. Kemenangannya tak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Kampus Merah Putih Untag Surabaya. Terlebih, SEA Games merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh Asia Tenggara.
Indonesia memastikan juara pertama hockey indoor putra SEA Games 2025 setelah tampil meyakinkan sejak babak penyisihan dengan mengalahkan Singapura 10–0, Thailand 6–2, dan Filipina 17–0, meski sempat kalah tipis 4–5 dari Malaysia. Di semifinal, Indonesia kembali menundukkan Thailand 6–3, lalu menahan imbang Malaysia 4–4 di final sebelum memastikan medali emas lewat adu shoot-out dengan skor 2–0. Malaysia finis sebagai juara kedua, sedangkan Thailand meraih juara ketiga.
Yuan, yang kini menempuh semester akhir Program Studi Teknik Industri Untag Surabaya, telah akrab dengan dunia olahraga sejak usia sekolah dasar. Namun, jalan hidupnya sebagai atlet nasional bermula dari keputusan sederhana saat duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Saat itu, ia mengenal olahraga hockey, sebuah cabang olahraga beregu yang dimainkan menggunakan stik untuk mengontrol bola dan mencetak gol ke gawang lawan. Hockey memiliki beberapa jenis, di antaranya hockey lapangan (outdoor) yang dimainkan di lapangan rumput, serta hockey indoor yang dimainkan di lapangan tertutup dengan ukuran lebih kecil dan tempo permainan yang lebih cepat. Dari berbagai jenis tersebut, Yuan menemukan kecocokan pada hockey indoor, cabang yang menuntut kecepatan, ketepatan teknik, dan kekompakan tim.
Awal perkenalannya dengan hockey terjadi melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari sekadar mencoba, ketertarikan itu tumbuh menjadi komitmen jangka panjang.
“Saya mengenal olahraga hockey ini sejak masuk ke bangku SMP. Awal masuk ke bidang olahraga hockey ini diajak sama teman untuk ikut ekstrakurikuler di sekolah. Saya tertarik karena awalnya ingin mencoba olahraga yang baru saya ketahui. Saya langsung mulai menekuninya karena menyukai olahraga ini. Awalnya karena kekeluargaan di olahraga hockey ini sangat luar biasa, di sisi lain peluang untuk berprestasinya juga besar,” jelas atlet asal Gresik tersebut, (24/12).
Perjalanan Yuan tidak terlepas dari peran orang-orang di sekitarnya. Ia menyebut, langkah awalnya di dunia hockey dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan dan arahan pelatih yang melihat potensinya sejak dini.
“Sosok pertama yang memperkenalkan ke saya yaitu Dede Bima Putra Anugrah, teman sekelas saya saat SMP. Dan sosok yang mendorong saya untuk serius adalah Coach Habib Rohim, yang sekarang juga sebagai asisten pelatih di Timnas Indonesia,” imbuhnya
Atlet dengan nomor punggung 18 ini mulai menjalani latihan serius sejak Januari 2016. Pada fase awal tersebut, ia harus beradaptasi dengan teknik dasar yang sama sekali baru, terutama dalam menguasai stik dan mengontrol bola.
“Latihan pertama pasti masih kaku, karena tidak pernah mengikuti olahraga yang menggunakan stik. Tantangan terberat yaitu menguasai atau mengontrol bola dengan stik hockey tersebut,” ungkapnya.
Ketekunan itu berbuah konsistensi prestasi. Sebelum meraih emas SEA Games 2025, Yuan telah mencatatkan sejumlah capaian penting di level daerah hingga nasional, mulai dari Juara 1 Porprov hoki indoor, Juara 1 Kejurnas, Juara 1 Pra-PON, hingga Juara 1 Liga Hockey Thailand 2025.
Keseriusan dan konsistensi tersebut mengantarkan Yuan masuk ke level tim nasional. Ia pertama kali dipanggil mengikuti seleksi dan pemusatan latihan nasional pada Oktober 2024, dengan proses yang menuntut fisik dan mental.
“Proses seleksi berlangsung cukup ketat, banyak pemain yang sangat hebat di tim. Yang paling menguras fisik dan mental tentunya program lari yang dilakukan setiap jam 5 pagi,” kata Yuan.
Menuju SEA Games 2025, Yuan menjalani Training Camp (TC) selama total 15 bulan, baik di dalam maupun luar negeri, hingga akhirnya tampil di ajang puncak Asia Tenggara tersebut. Lebih dari sekadar kemenangan, SEA Games memiliki makna personal bagi Yuan.
“Bermakna sekali bagi saya, karena dengan cara ini, melalui olahraga hockey ini saya bisa membanggakan negara dan orang tua saya,” katanya.
Saat medali emas resmi diraih, Yuan langsung menghubungi kedua orang tuanya. Lebih dari ini, Yuan masih menatap mimpi yang lebih jauh.
“Saya langsung video call orang tua saya. Arti medali emas ini adalah bukti bahwa saya telah mengharumkan negara Indonesia dan membanggakan kedua orang tua saya,” tuturnya. Saya ingin menjadi juara Asia dan membawa Indonesia bermain di World Cup. Saya ingin bermain di liga Eropa, dan alhamdulillah saya akan bermain di Liga Polandia pada bulan Januari 2026,” ujarnya.
Menutup kisahnya, Yuan menyampaikan pesan bagi mahasiswa dan generasi muda.
“Semangat terus, jangan pernah menyerah. Korbankan masa mudamu untuk menjadi sesuatu, dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh untuk membanggakan kedua orang tuamu,” tutup atlet Untag Surabaya tersebut. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















