Menu
Pencarian

Lukisan Gua di Sulawesi Tenggara Resmi Jadi Karya Seni Tertua Dunia

Portaljtv.com - Kamis, 28 Mei 2026 09:43
Lukisan Gua di Sulawesi Tenggara Resmi Jadi Karya Seni Tertua Dunia
Lukisan Gua di Sulawesi Tenggara Resmi Jadi Karya Seni Tertua Dunia (Foto: Instagram/@brin_indonesia).

KABUPATEN MUNA - Banyak orang menganggap sejarah awal seni manusia bermula dari gua-gua di Eropa. Namun, temuan terbaru dari Indonesia justru mengubah pandangan tersebut.

Lukisan cadas purba di Leang Metanduno resmi dicatat oleh Guinness World Records sebagai karya seni gua tertua yang diketahui di dunia pada 19 Mei 2026.

Kabar tersebut diumumkan langsung melalui situs resmi Guinness World Records. Temuan itu berupa cap tangan manusia berwarna merah atau hand stencil yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun.

Usia lukisan ditentukan menggunakan metode uranium-series dating, yakni teknik penanggalan ilmiah yang mengukur peluruhan uranium pada lapisan mineral di atas permukaan lukisan gua. Metode ini dianggap sebagai salah satu teknik paling akurat dalam menentukan usia seni cadas purba.

Dengan usia tersebut, lukisan di Leang Metanduno kini melampaui berbagai temuan seni gua lain yang sebelumnya dianggap paling tua di dunia, termasuk situs-situs prasejarah terkenal di Prancis dan Spanyol.

Penemuan ini sekaligus mengubah pemahaman lama mengenai asal-usul ekspresi artistik manusia purba. Temuan di Indonesia memperkuat teori bahwa manusia di kawasan Asia Tenggara telah memiliki kemampuan simbolik dan artistik sejak puluhan ribu tahun lalu.

Seni cadas sendiri merupakan karya seni yang dibuat di permukaan batu atau dinding gua. Bentuknya bisa berupa cap tangan, gambar hewan, simbol, maupun figur manusia.

Cap tangan merah di Leang Metanduno dibuat menggunakan teknik semprot pigmen di sekitar telapak tangan manusia. Teknik tersebut merupakan salah satu bentuk seni cadas paling umum yang ditemukan pada masa prasejarah.

Penelitian terkait lukisan purba tersebut dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama tim peneliti internasional. Hasil risetnya telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.

ANTARA News melaporkan, peresmian rekor dunia itu dilakukan dalam acara seremonial di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026, yang turut dihadiri perwakilan Guinness World Records.

“Leang” sendiri merupakan istilah lokal di Sulawesi yang berarti gua. Kawasan Sulawesi memang telah lama menjadi perhatian dunia dalam penelitian seni cadas prasejarah.

Sebelumnya, Indonesia juga sempat menjadi sorotan internasional lewat penemuan lukisan babi purba dan cap tangan manusia kuno di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Berbagai penemuan tersebut membuat Sulawesi kini dianggap sebagai salah satu pusat penting penelitian seni prasejarah dunia dan memperkuat posisi Indonesia dalam sejarah awal perkembangan seni manusia.

Temuan di Pulau Muna ini juga menjadi pengingat bahwa jejak peradaban manusia purba di Indonesia menyimpan peran besar dalam sejarah dunia yang selama ini belum banyak diketahui publik. (Amanda Dela)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.