PROBOLINGGO - Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ibu, puluhan wali santri di Pondok Pesantren Azidan, Kota Probolinggo, mengikuti lomba kreasi nasi tumpeng yang diadakan di pesantren tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok wali santri, mulai dari tingkat RA hingga SMA, yang berlomba menghias tumpeng dengan beragam kreasi dan cita rasa.
Tema lomba ini berfokus pada penggambaran cinta ibu yang tulus, yang tergambar dalam bentuk bunga dan simbol kasih sayang tak terbatas. Wulan, salah satu wali santri, mengungkapkan,
"Temanya Sayang Ibu, isinya ada ayam dan sosis bunga-bunga yang disukain anak-anak ini menandakan bahwa cintanya seorang ibu itu berbunga-bunga kepada anaknya. Ada juga mie yang menandakan tak terbatas kasih sayang kita kepada anak."
Setelah tumpeng dinilai, para ibu mendapat kejutan dari anak-anaknya yang dengan penuh kasih memberikan suapan nasi.
Momen penuh haru semakin terasa ketika para santri dengan penuh hormat membasuh kaki ibu mereka, sebuah simbol penghargaan dan bakti kepada ibu yang telah merawat dan membimbing mereka.
Nyai Dyah Retno, Pengasuh Pondok Pesantren Azidan, menjelaskan, "Filosofinya adalah bahwasanya jika anak ingin menjadi sukses itu bagaimana kita memuliakan sosok guru dan ibu, kita mengajarkan kepada seluruh santri Azidan."
Acara ini diharapkan dapat mengajarkan santri untuk semakin berbakti kepada orang tua, terutama ibu, dan mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan pondok pesantren.
Dengan semangat kebersamaan dan kasih sayang, kegiatan ini semakin memperkaya makna Hari Ibu yang akan diperingati pada 22 Desember mendatang. (Farid Fahlevi/Dhelfia Ayu)
Editor : Iwan Iwe