Menu
Pencarian


Kopi Warisan Era Belanda di Lereng Lawu Tetap Eksis Diminati Pecinta Kopi Lokal

Portaljtv.com - Selasa, 14 Juli 2026 14:11
Kopi Warisan Era Belanda di Lereng Lawu Tetap Eksis Diminati Pecinta Kopi Lokal
Proses pengolahan biji kopi pascapanen di Kecamatan Poncol, Magetan, Selasa (14/7/2026). Komoditas kopi lereng Gunung Lawu ini kini kembali menjadi buruan pecinta kopi lokal.

MAGETAN - Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal, para petani di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Poncol, Magetan, konsisten mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda. Keaslian varietas dan cita rasa kopi yang khas ini menjadi daya tarik utama bagi para pecinta kopi dari berbagai daerah.

Ketinggian wilayah di lereng Gunung Lawu sangat memengaruhi jenis kopi yang ditanam oleh para petani setempat. Untuk wilayah di bawah ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, jenis yang ditanam cenderung berbeda dengan wilayah yang lebih tinggi.

"Untuk ketinggian yang di bawah 900, kita ada dua varietas, yaitu Excelsa dan Robusta. Kemudian yang di atas 900 itu ada Arabika," ujar Sayogo Pamungkas selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Keunikan ini membuat kopi Poncol memiliki segmentasi pasar tersendiri. Salah satunya adalah varietas Excelsa yang memiliki karakteristik ukuran biji yang khas dibandingkan jenis Robusta.

Baca Juga :   Tak Kunjung Pulang, Petani di Ngawi Ditemukan Tewas di Sumur Sawah

"Yang kecil-kecil ini Robusta, yang besar ini Excelsa," tambahnya saat diwawancarai pada Senin (14/7/2026).

Potensi lahan kopi di wilayah Kecamatan Poncol saat ini digarap serius oleh ratusan petani setempat. Akumulasi luas lahan dari ketiga varietas kopi yang ada kini telah mencapai puluhan hektare.

"Kalau untuk luasan area, ini total, jadi dari Robusta, Arabika, dan Excelsa, itu kalau total sekitar 25 sampai 30 hektar," jelas Sayogo.

Baca Juga :   Desa BRILiaN Tompobulu Dorong Ekonomi Lewat Sinergi Lokal dan Digitalisasi

Guna menjaga kualitas produksi pascapanen, pihak PPL aktif memfasilitasi kebutuhan para kelompok tani dengan menjembatani bantuan alat proses kopi dari dinas pertanian serta menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi.

"Kita juga menjalin kerja sama dengan pihak universitas yang selama ini sudah kami lakukan, yaitu dari Unesa dan dari UNS Solo. Itu bantuannya sesuai dengan permintaan petani, itu berupa alat proses kopi," pungkasnya.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.