Menu
Pencarian

Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera, Bupati Gresik dan Sekjen Kemensos Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang

M. Amin - Minggu, 30 November 2025 21:58
Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera, Bupati Gresik dan Sekjen Kemensos Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang sebagai inspirasi pembangunan pendidikan prasejahtera di Gresik. (Foto: Istimewa)

SEMARANG - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang, Minggu (30/11). Kunjungan ini bertujuan mempelajari program pendidikan berasrama yang dinilai berhasil memutus rantai kemiskinan.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyebut, pengalaman dari SRT 45 akan menjadi acuan pembangunan sekolah serupa di Kabupaten Gresik.

“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA, kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujarnya.

Gus Yani menambahkan, sekolah rakyat di Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan fasilitas terpadu mulai dari tempat belajar, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau.

“Berdiri di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, SR Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” terangnya.

SRT 45 Semarang sendiri menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, ruang kelas, laboratorium, hingga laptop untuk guru dan siswa. Kurikulumnya mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi.

Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Sekjen Kemensos Robben Rico menegaskan, sekolah rakyat adalah wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan formal.

“Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali,” ujarnya.

Robben menyebut ada tiga prinsip utama sekolah rakyat: memuliakan orang kecil, menjangkau mereka yang belum terjangkau pendidikan, dan memungkinkan hal yang tampaknya mustahil. Ia menambahkan, Kemensos menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa sekolah rakyat.

“Saat ini terdapat 13.864 anak usia 7–12 tahun di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan visitasi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, jajaran OPD Pemkab Gresik, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Endang Sarwiningsih, Kepala SRT 45 Semarang Ridho Irwanto, serta Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dan PWI Gresik. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.