JAKARTA - Rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 dipastikan bakal menyajikan tensi tinggi sejak hari pertama dimulai. Mengusung format kompetisi yang sangat ketat, tahap awal berupa screening tahun ini akan menjadi ujian mental dan konsentrasi tingkat tinggi bagi ribuan pebulutangkis usia dini di Indonesia.
Berbeda dengan jalannya pertandingan reguler, fase screening awal ini akan menggunakan sistem gugur langsung yang sangat krusial. Pertandingan hanya berlangsung satu gim hingga poin ke-21 tanpa adanya sistem deuce (penentuan keunggulan dua poin), dengan perpindahan lapangan yang dilakukan dengan cepat saat poin menyentuh angka 11.
Format "kilat" ini memaksa para atlet muda untuk langsung tampil panas, agresif, dan meminimalisasi kesalahan sejak servis pertama digulirkan. Jika peserta terlambat panas atau kehilangan fokus sedikit saja, peluang mereka untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis bisa langsung sirna.
Berburu Atlet Bermental Baja dan Agresif
Sistem gugur tanpa deuce ini berlaras dengan kriteria ketat yang dicanangkan oleh Tim Pencari Bakat PB Djarum. Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra, Leonard Holvy de Pauw, menegaskan bahwa format kilat dan ketat ini menjadi instrumen tepat untuk menyaring pemain yang memiliki mental petarung.
“Kami mencari pemain yang punya basic kuat, agresif, dan endurance tinggi. Tapi yang paling penting adalah atlet yang smart dan punya fighting spirit,” papar Holvy.
Menurutnya, pemain yang cerdas akan mampu membaca tekanan permainan dengan cepat, mengantisipasi pergerakan lawan sejak dini, dan bermain dengan efisiensi tinggi—sebuah modal mutlak untuk selamat dari fase gugur 21 poin.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hendrawan yang menjabat sebagai Koordinator Atlet Putri. Penguasaan teknik, ketangkasan kaki (footwork), dan aspek psikologis akan sangat diuji di bawah tekanan format kompetisi seperti ini.
"Faktor teknik menjadi semakin penting. Namun tentu tidak mengesampingkan faktor lain seperti mental dan karakter. Fighting spirit juga menjadi salah satu hal yang kami perhatikan, terutama saat mereka memasuki fase-fase akhir seleksi," urai Hendrawan.
Alur dan Ketentuan Perebutan 'Super Tiket'
Bagi peserta yang berhasil lolos dari "ujian kilat" di tahap screening, mereka akan melanjutkan perjuangan ke tahap turnamen yang juga menerapkan sistem gugur. Di fase inilah pembagian jatah Super Tiket menuju tahap karantina akan ditentukan berdasarkan wilayah kompetisi:
- Pekanbaru & Makassar: Super Tiket hanya diberikan kepada masing-masing juara di kategori putra maupun putri.
- Kudus: Kategori putra yang berhak mendapat Super Tiket adalah mereka yang menembus babak semifinal, sedangkan untuk kategori putri wajib mencapai babak final.
Seluruh peraih Super Tiket dari tiga kota tersebut nantinya akan dikumpulkan untuk menjalani tahap karantina intensif selama empat minggu, mulai 14 September hingga 9 Oktober 2026, sebelum pengumuman kelulusan akhir diumumkan pada 10 Oktober 2026.
Jadwal dan Lokasi Audisi Tiga Kota
Bakti Olahraga Djarum Foundation tahun ini memperluas titik penjemputan bakat di tiga kota berbeda agar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa:
- Pekanbaru (Riau): 7–12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki.
- Makassar (Sulawesi Selatan): 4–9 Agustus 2026 di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya.
- Kudus (Jawa Tengah): 8–13 September 2026 di GOR Djarum, Kecamatan Jati.
Audisi ini menyasar tiga kelompok usia dini (putra/putri), yakni U-11 (usia 8–10 tahun/kelahiran 2016–2018), KU 11 (usia 11 tahun/kelahiran 2015), dan KU 12 (usia 12 tahun/kelahiran 2014).
Pendaftaran daring masih dibuka secara luas hingga 1 September 2026 pukul 23.59 WIB melalui tautan resmi https://pbdjarum.org/klub/beasiswa-bulutangkis. (*)
Editor : Iwan Iwe



















